Cool Blue Outer Glow Pointer
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

KEBESARAN ALLAH

Subhanallah, Pemandangan Luar Biasa !

BEAUTIFUL INDONESIA'S

Inilah Keindahan Kota Jakarta, Indonesia ! "

CHRISTIAN BAUTISTA

Dan yang ini Idola Berat Saya, He is "CHRISTIAN BAUTISTA" .

I Love Indonesia

Indonesia Archipelago, So Beautiful Forever

NATURE

Lukisan Alam Yang Asri, maka "SAVE EARTH, PLEASE !"

Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Saturday, 4 February 2017

Hesbol Story : Wisata Bali part 1


Setiap kali di akhir semester, pastinya seorang mahasiswa mempunyai waktu liburan yang panjang, dan di liburan semester ganjil kali ini, aku libur selama satu bulan lebih beberapa hari. Di liburan kali ini, aku dan ketiga temanku mempunyai rencana liburan ke Pulau yang terkenal dengan Pantai dan wisatawan asingnya, pasti tau dong, iya Bali!
Rencana ini sudah kami rencanakan setelah liburan semester genap yang lalu, yang semester genap yang lalu kami berlibur ke Purwokerto, Jawa Tengah. Untuk liburan kali ini kita akan pergi ke luar pulau, Bali, hehe.. Selama kuliah di semester 3 ini, waktu terasa begitu sangat cepat, karena memang kuliah hanya 4 bulan dengan diisi kesibukan yang sangat padat, tugas, kuis, presentasi, belum lagi tugas rancang beuhh, membuat 4 bulan begitu sangat singkat. Sejak bulan November selama sebulan lebih, aku sudah menabung untuk uang saku pergi ke Bali, karena memang saya belum mempunyai pekerjaan dan hanya mengandalkan uang saku dari orangtua, sehingga saya harus menabung menyisikan uang saku, sampai pertengahan desember uang sudah terkumpul hingga 800 ribu rupiah.
Namun karena di akhir Desember masa perkuliahan sudah usai, aku tidak diberi uang saku lagi dan akhirnya uang sakuku berkurang sampai 650 ribu saja, hiks.. kurang komitmen dan harusnya semuanya aku tabung di bank, karena kalau sudah di dompet beuhh keluarnya cepet wkwkwk..  di awal bulan liburan Januari, belum ada persiapan sama sekali, karena perkuliahan temanku belum pada liburan karena universitas sebelah masih ada UP, SP, dll dan akhirnya ada yang kena UP dan dilaksanain tanggal 25 Januari 2017, sedangakan aku sudah masuk kuliah tanggal 6 Februari 2017, akhirnya kita tentukan kita berangkat tanggal 25 – 29 Januari 2017.
Dengan pengiritan uang biar ngga berkurang, sudah mentok 650 ribu yang ku punya, aku sangat was was dan takut tidak cukup, namun teman yang lain juga bilang bawa 700 ribu saja, Kita berencana berangkat menggunakan mobil, bayangkan dengan jarak lebih dari 400km menggunakan mobil, dan yang bisa nyetir mobil cuma satu orang (red: Nyik Adam) dan satunya (bukan aku) bisa Cuma masih menakutkan bawa mobilnya wkwkwk (red: begundhal Evita), jarak 400km bukanlah jarak yang kecil untuk pengemudi yang tidak biasa berpergian jauh, dengan pemikiran yang matang, aku protes karena kita gak bisa berangkat hanya 4 orang saja karena Bali itu jauh dan kita yang bisa nyetir cuma satu orang saja, kan saya takut terjadi apa apa kepada teman yang nyetir (kalau sakit/ngantuk) nggak ada yang gantiin.
Usulanku mengajak 2 orang lain yang bisa nyetirpun ditolak mentah-mentah dengan alasan pasti nggak seru dan kita berempat aja sudah ramai sekali, pasti bikin tidak nyaman yang lain, emang itu benar sih, tapi menurutku kita ngga boleh egois soalnya kita akan liburan jauh dan ngga mau ada kejadian yang enggak-enggak. Perdebatan di awal bulan masih membingungkan, namun karena cuma saya yang tidak setuju, dan temen saya yang bisa nyetir menyanggupi 400km dan aku sudah beri tahu konsekuensinya dan dia menerima dan begitu juga pada yang lainnya. Yaudah akhirnya kita fix hanya berempat saja. selanjutnya kita menentukan rundown liburannya dan penginapan di Bali.
Kegabutan dan pengempetan liburan diawal bulan aku rasakan demi liburan ke Bali nanti, dan tertanggal 15 Januari mulai rapat pertama pembahasan liburan ke Bali di rumah Sablah Cindy, yang di bahas rundown dan tempat penginapan, banyak sekali list yang ingin dikunjungi padahal kita hanya punya 3 hari saja di Bali :3 List wisata sudah di buat dan penentuan tempat penginapan, yang awalnya ingin di daerah Kuta tapi “katanya” disana mahal-mahal, namun dekat dengan banyak wisata. Kita mencari penginapan lewat Traveloka.com disana kita mendapati satu penginapan yang “berdiskon” dengan kamar Keluarga yang berisi 4 orang dan harganya 125.000/malam, dan kami ingin menyewa 4 malam jadi penginapan 500 ribu rupiah. Namun lokasinya di Denpasar Selatan, yakni Hotel Mutiara. Jangan berpikiran yang enggak-enggak, meski kita 2 cwo 2 cwe kita seruangan tapi beda kasur kok dan nggak ngapa-ngapain juga hehe, tapi takut juga sih kalau ada penggrebekan kan ngga lucu, dikira kita pasangan ilegal wkwkwk, namun itu permintaan teman-teman yang cewe soalnya dulu pernah sendiri-sendiri dia ketakutan wkwkwk
Sudah memilih Hotel Mutiara sebagai pilihan kami, namun kami masih pengen di daerah Kuta maybe ada yang lebih murah juga, berbagai usaha meminta bantuan orang sana juga bilang kehidupan di Kuta mahal dan pastinya tidak ada penginapan (hotel/ kos) yang murah disana. Dan rapat kedua kami laksanakan pada 22 Januari 2017, 3 hari sebelum keberangkatan hehe, dan akhirnya kami memutuskan untuk booking Hotel mutiara di Denpasar dengan tarif 500 ribu per 4 malam untuk 4 orang cukup murah sih, hehe.. Segala persiapan mulai pembuatan rundown sampai pencatatan apa yang harus dibawa, dan tentunya cek up mobil dulu biar selamat dan aman sampai tujuan dan balik ke Surabayanya.
Sebelum hari H, hal yang tidak terduga, aku tiba tiba demam dan badan capek-capek, kalau capek maklum, karena di hari Minggu aku maraton olahraga, habis renang, badminton, terus rapat, beuh dari pagi sampai malam, begitu capek dan kehujanan pula, maybe itu yang buat aku jadi demam, karena habis badan panas karena olahraga tiba-tiba perjalanan ke rumah Cindy untuk rapat, hujan deras jadi besoknya langsung tepar, demam dan pegal-pegal. Tidak hanya itu di hari Senin, 23 Desember 2017 teman yang lainnya (Adam, Evita dan Cindy) juga kena diare di pagi hari karena kami Minggu Malamnya makan mie ayam bareng-bareng dan terindikasi dari sambalnya, sayapun juga diare dimalam harinya wkwkwkwk mencret-mencret kabeh.
Untungnya keesokan harinya semuanya sudah tidak diare lagi, namun badanku masih demam dan demamnya naik turun serta pusing dan pilek melanda diriku, padahal besok pagi-pagi buta harus sudah berangkat, entah apa yang ada dalam pikiranku galau antara ingin tidak ikut dan istirahat dirumah atau tetap ikut aja, karena sudah beberapa bulan aku menyiapkan liburan ini namun hanya karena sehari saja bisa membuat kesehatanku collapse, tubuh ini tak berdaya lemas dan hanya bisa berdoa semoga besok sudah sembuh :’(
Semuanya sudah prepare baju dan lainnya, sedangkan aku masih KO diatas kasur karena segala aktivitas nggak enak dijalanin L sampai Selasa sore untungnya demamku turun tapi masih pusing, dan karena aku bagian membuat kering tempe aku minta tolong ibu membuatkannya malam itu juga, dengan hujan rintik-rintik aku mengantarkannya membeli minyak goreng dengan badan yang sedikit panas, setelah itu, aku paksakan untuk packing pakaian dan lainnya. Semuanya sudah koar koar di LINE aku hanya bisa terdiam dan bingung bagaimana aku bisa kerumah Cindy? karena memang motor pasti dipakai dan tidak ada yang mengantarkanku, kalau berangkat sendiri pasti aku nggak kuat, karena bener-bener masih pusing dan sedikit demam, dan sedikit nego dan memelas, akhirnya teman-temanku mau untuk menjemputku dan langsung cus Bali. Yeay!
Sekitar pukul 9 malam, demamku makin tinggi, bener bener ababil ini badan, dan aku sudah bingung mau ikut apa tidak, aku juga ngga mau buat masalah kalau aku sakit disana, aku sudah bilang ngga kuat mau ikut, namun mereka masih ingin aku ikut dan mereka bersedia menjemputku dan mengatakan waras waras totok Bali engko waras, dan saya pun langsung semangat dan berkeyakinan aku pasti sembuh! Dan aku langsung beristirahat dan berdoa agar besok bener-bener sembuh, dan semuanya juga sehat. Sebelum aku tidur tiba-tiba orang tuaku mengasihi aku uang saku hehehe lumayan 800 ribu! tapi harus dikembaliin, dan nitip oleh-oleh juga hehe.. Jadi aku bawa 950 ribu di dompet dan 500 ribu di ATM.
Dari rencana berangkat pukul 2 pagi, dengan segala kemoloran yang ada, aku juga kesiangan bangunnya, aku bangun jam 3 pagi wwkwkwk, aku mengira semuanya sudah berangkat dan aku ditinggal, eh aku buka handphone ternyata, belum ada koar-koar di LINE dan akhirnya jam 03.27 mereka bilang OTW, waduhh aku baru bangun, bergegas menuju kamar mandi dengan badan sempoyongan dengan suhu badan 38,5 derajat dan masih terasa capek-capek, akhirnya mandi dan bersiap, brrrr dingin sekali air pagi hari wkwkwk, dan tepat pukul 4 mereka nyampai rumahku, dan nyinyir ganas memulai, adiiittt, adiittt, AYO HEEEE NDANG BUDALL, aku sek salin padahal wkwkwkwk, sek sekkk hee....
Akhirnya aku memasukkan semua barang bawaanku ke mobil dan ternyata si sopir, Adam badannya juga meriang, hmmm aku makin takut karena hanya dia yang bisa nyetir, padahal ini perjalanan jauh dan perjalanan belum dimulai L Benar-benar liburan yang nekat banget :3 Sebelum perjalanan dimulai, ada ada aja, sandal si Evita Kumala terkena Tai Lentung (Tai Ayam) wkwkwk, untung dia sadar sebelum masuk mobil, dan sandalnya dicuci serta ganti sandal haha yakali dipakai, aroma tai nggak lucu wkwkwk Dan perjalanan pun dimulai sekitar pukul 04.15 WIB
Diawal perjalanan aku hanya bisa lemas, dengan badan nggreges dan batuk batuk, hanya terdiam tapi berusaha tidak tidur karena yang nyetir teman sendiri, yakali teman nyetir kita enak-enak tidur. Berhenti sejanak di POM Bensin Geluran, Taman, Sidoarjo, untuk membeli bensin dan shalat subuh, masing-masing anak patungan 50ribu, total bensin 200ribu pertamax. Awalnya si evita ingin yang nyetir namun ketika masuk POM Bensin karena banyak truk dia kebingungan untuk putar balik wkwkwk sudah bisa tapi belum yakin dan si Adam juga malah takut kalau si Evita yang nyetir.
Setelah isi Bensin dan sholat shubuh, kita melanjutkan perjalanan (masih juga 5km dari rumahku kwkwkwk) akhirnya dengan pedoman GoogleMaps melewati tol Waru – Gempol, dan melewati Bangil, di daerah tersebut ternyata ada Banjir yang membuat jalan lubang-lubang dan ada jembatan runtuh, sehingga muacet total di pagi buta padahal, sekitar pukul 6 pagi, dan dengan pertimbangan hati yang tidak sabar, karena bener-bener muacet panjang, akhirnya memutar melewati daerah dalam Jl. Rembang sampai Jl. Raya Sidogiri sebelum melanjutkan ke Jl. Pantura JL. Raya Kraton, lewat dalam pun benar, benar macet dan sudah banyak memakan waktu, melawati Pantura Pasuruan, terus Probolinggo, dan kami istirahat sejenak di Probolinggo untuk makan, dan atas rekomendasi sopir, pengen soto, dan dipilihlah soto, ada soto ayam dan soto daging + babat di pinggir jalan Probolinggo, hmmm rasa sotonya sangat aneh dan dibilang yang jual mirip suzana, heheh jangan heran mulut kami ketika nyinyir begundhal banget. Soto ayam (aslinya soto hati ampela LOL) dengan rasa yang aneh dan segelas teh hangat dibanderol dengan harga 10 ribu saja, kalau yang daging (aslinya babat ini mah) dibanderol 13 ribu. Cukup murah tapi, rasa? ya gitu wkwkwkwk #notrecommended
Dengan kekuatan koyo, aku menggunakannya, pusing ini sedikit menghilang, dan kami melanjutkan perjalanan melewati gunung, hutan, lembah wkwkwk walay, padahal ya Cuma jalan yang banyak geronjalan seperti mukamu yang banyak jerawat, ehhh, mblangsak, pokoknya kita melewati jalan yang teramat sangat membosankan dan dengan kecepatan yang terbilang pelan karena supirnya juga nggak enak badan. Di Penghujung kabupaten Probolinggo, terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang sangat terkenal di Paiton, begitu megah dan cukup membuat kita bangga ada bangunan megah seperti itu, apalagi kalau kita melewati pada malam hari sangat indah, lampu gemerlap terpampang nyata hehe, Probolinggo telah dilewati, memasuki Situbondo, kabupaten di Jawa Timur yang terbilang monoton dan belum ada yang menarik disini, padahal daerah ini sangat strategis dan paling lama dilewati ketika perjalanan Surabaya-Denpasar, namun tidak ada yang berkesan, hmmm eman. Ketika di depan pertigaan kita istirahat sejenak sholat dzuhur, dan membeli pentol disana, karena pentol tersebut cukup ramai wkwkw, kami rehat di Masjid Besar “Nurul Islam”, Kapongan, Situbondo. Setelah sholat istirahat, kami membeli pentol 5 ribu saja, namun buanyak banget isinya, wkwkwk bner-bener murah meriah disini, yah rasa pentolnya juga wkwkwk B aja, pentol glepung kok hehe, terus lanjut perjalanan, hmmm namanya mata jelalatan dengan nafsu makan yang tinggi, liat banyak yang jual es degan, kita ngiler, pengen, dan mrepet beli es degan, 10 ribu per kelapa, dipecah jadi dua kantong plastik, uhhh satu dengan es satu tanpa es, otomatis aku pilih yang non es wkwkwk, uhhh bukan lagi enak, yang jual juga lucu mbak-mbak berkerudung dengan bedak 3 ton wkwkwkwk, hehe, Aku bilang tidak berkesan melewati Situbondo karena hanya jalanan yang banyak gronjalannya dan kanan kiri hanya pemandangan rumah, sawah dan kasihannya disini banyak ditemui orang yang stress, banyak berjalanan di pinggir jalan Situbondo. Bisa dihitung sendiri kalo melewati daerah sini, wkwkwk biar ngga suntuk LOL.
Di ujung kabupaten Situbondo mulai memasuki kawasan hutan, dan terkadang kita temui kera-kera liar dipinggir jalan hehe, jadi kalau pakai sepeda motor, dimohon waspada selama melewati hutan situbondo-banyuwangi ini hehe, Lama sekali terasa perjalanannya karena memang jalan yang membosankan dan memang jauh hehe, akhirnya sampai di Banyuwangi, di Banyuwangi sendiri awalnya juga membosankan melewati hutan dan Taman Nasional Baluran, serta melewati beberapa rumah di Banyuwangi, sebelum sampai di Pelabuhan Ketapang, kita nyasar bentar di Pelabuhan Tanjung Wangi wkwkwk, jaraknya tidak jauh dari pelabuhan Ketapang hehe. Udah mau masuk tu pelabuhan eh balik lagi wkwkwkwk dasar Hesbol gila.
Sesampainya di Pelabuhan Ketapang, rasanya cukup senang padahal 2/5 perjalanan lagi belum wkwkwk. Kami mulai masuk ke Pelabuhan, langsung menuju loket dan jreng jreng cukup mahal ya wkwkwk nyebrang ke Pulau Madura aja 30 ribu, sedangkan ke Pulau Bali setiap mobil membayar 135 ribu rupiah weh weh. Tidak seperti ketika liburan, Pelabuhan ini cukup sepi sunyi, dan karena Pelabuhan yang luas, kami kebingungan harus ke arah mana wkwkwk, dan untungnya kita diarahkan petugas untuk langsung menyebrang, antre dibelakang beberapa mobil, dan hanya 10 menit langsung masuk kapal, hehehe cepat sekali kok. Setelah masuk kapal, nggak afdol kalo nggak keluar mobil dan ke atas kapal, uhhh melihat pemandangan biru dan kapal-kapal bertuliskan I LOVE INDONESIA sedang berlayar, angin sepoy sepoy manjah melintasi jidat ini, hmmm...
Berhubung badanku yang masih sedikit panas, jadi anginnya rasanya ngga enak hehe, tapi kalau sehat pasti yahud anginnya bikin pengen bobok, dan ketiga temanku langsung masuk dalam ruang penumpang, terpampang nyata kasur kursi panjang empuk memenuhi isi ruangan dan kebetulan orang yang ada juga sedikit, tanpa panjang lebar si Adam, Cindy, Evita bablas ngorok setiap kursi diisi seorang diri dan zZZZ bobok ciang menjelang sore, karena di kapal sekitar pukul 14.45, perjalanan di kapal begitu sangat singkat aku yang bagian menjaga barang bawaan 3 begundal yang tidur, aku melihat pemandangan luar sembari mendengarkan lantunan lagu-lagu Banyuwangi yang aku juga nggatau artinya wkwkwk, riko riko haha, perjalanan sekitar 45 menit begitu cepat dan kapalpun bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Yeay! sampai di Bali Island. Langsung 3 begundhal aku bangunin, langsung bergegas ke mobil dan sampailah di Bali, namun ingat tujuan kita ke Hotel Mutiara di Denpasar bukan di Gilimanuk wkwkwk, jadi perjalanan masih panjaaaang 127km lagi haha.
Sesampainya keluar Pelabuhan, ini yang perlu diketahui, pemeriksaan ketat orang yang masuk di Bali ternyata masih berlaku, kita berempat pertama terdapat pemeriksaan SIM dan STNK, beruntung SIM A ada, STNK pun ada, tapi ternyata eng ing eng, bukti pembayaran pajak tahun 2017 nggak ada, dan malah tertulis 2014 wkwkwk, gawat, langsung polisi mengintrogasi kita, kok bisa pajak belum dibayar, si Evita yang punya mobilpun kebingungan soalnya dia tidak pernah memperhatikan itu dan memang pemeriksaan mobil di Surabaya bisa dikatakan tidak pernah ada, yang sering motor dan truk hehe, mungkin dikira mobil pinjaman atau apa gitu ya akhirnya si evita dengan nada berani dan menantang (wajahe koyok dakocan) wkwkwk polisinya setengah ketakutan dan untungnya kita tidak diapa-apain, selanjutnya 20 meter kemudian, ada lagi pemeriksaan hmmm, yakni pemeriksaan E-KTP, kita ditanya tujuan ke mana, mau ngapain, bener-bener kepo banget ya penjaganya wkwkwk, kali ini yang jaga TNI dengan muka garang, memintai E-KTP, kita saling mengeluarkan E-KTP dan ternyata si Cindy nggak punya E-KTP (sablah emang), adanya KTP biasa wkwkwk, ditanyain kenapa belum ada E-KTP, wkwkwk duhh masalah lagi ngga ada E-KTP, akhirnya disuruh minggir, Cindy di interogasi petugas wkwkwkwk, setelah diinterogasi akhirnya dibebaskan kembali, bener-bener ketat penjagaan di Bali ini haha, sampai-sampai E-KTP harus ada dan jelas mau kemananya.
Setelah memasuki pemeriksaan yang berlapis wkwkwk, akhirnya tidak ada lagi pemeriksaan, dan kami melanjutkan perjalanan ke Denpasar, waktu sudah sangat sore hampir petang dan perjalanan masih jauh, dan hal yang aku takuti terjadi, si Adam demamnya memuncak dan sangat panas, akupun sedih dan kebingungan, dan di POM bensin daerah Negara kita istirahat, dan adam dikeroki sama Cewe-Cewe wkwkwk, antara kudu ngguyu sama kasian plus takut juga, aku nggabisa bayangin badanku lagi demam dan harus nyetir sampai ke Denpasar dan jaraknya 100km lagi hmmm.. Dengan kekuatan obat panadol, yang biasa diminumnya membuat demamnya sedikit turun, dan obat ini sudah resisten di tubuh Adam, kalu efeknya hilang demamnya naik lagi hmmm tapi ngga papa pokoknya sampai hotel dulu hehe
Dengan meminta petunjuk dan pencerahan aku menghubungi teman kuliahku, Gandhi dia anak asli Bali, rumahnya daerah Badung, dia menyuruh kita cepat-cepat masuk di daerah Badung kalau bisa Denpasar, karena takut terjadi apa-apa kalau ada yang sakit, soalnya daerah Gilimanuk – Badung jarang ada rumah sakit/ klinik hehe, dan penerangan di jalan itu sungguh minim. Dengan perjalanan pelan-pelan karena yang nyetir lagi demam, dan aku hanya berdoa semoga dia kuat, aku nggamau tiba-tiba dia kejang karena demam tinggi :3 Sesampainya di Badung, si Gandhi dan teman sejurusanku Hilmi yang memang lagi liburan di Bali ingin ketemu, akhirnya kita mau ketemu di daerah terminal mengwi, tapi di terminal itu sangat sangat sepi dan gelap, kitapun pindah ke Amazy Fried Chiken daerah sana, dan aku menunggu di sebelahnya Amazy (red: Alpamart) wkwkwk, udah terlanjur membeli makanan diluar di perjalanan sebelumnya (yang dibeli juga ayam goreng tapi sayap seharga 13 ribu) jadi kita makan di mobil hehehe, dengan suasana yang kurang enak, capek, ngantuk dan si sopir demam hehe, 20 menit kemudian si Gandhi dan Helmi datang disebelah jreng jreng pakai Mobil Fortuner, hmmm seketika itupun si Cindy yang tadinya cekakakan jadi pendiam as putri solo wkwkwk jaim lah karena ketemu cowok pakai Fortuner hehe, kita membeli minum di Amazy dan mengobrol dikit-dikit, penjelasan Gandhi yang cas cis cus layaknya duta wisata bali wkwk sesudah itu, Evita mulai berani cas cis cus juga, Adam masih jaim tapi masih ikut ngobrol nah si Cindy dengan jaim, diam saja dan tidak seperti biasanya hehe.. aku meminta bantuan Gandhi agar sehari saja ditemenin wisata, dia bilang bisa tapi hari Jumat/ Sabtu saja, dan aku berharap dia benar-benar bisa agar si Adam paling tidak bisa beristirahat sehari tidak nyetir hehe..

Setelah itu kita melanjutkan perjalanan ke Hotel Mutiara, yang jaraknya masih 70km an hmmm, dengan melihat ekspresi teman-teman yang kayaknya tidak senang tadi ketemuan dulu soalnya memakan waktu sejam lebih hehe, tapi ya gimana aku berharap ketemu biar bisa ditemenin nantinya. Dengan melewati tikungan-tikungan dan jalan sempit, bener bener jalan cuma tiga meter tapi dibuat 2 jalur, hmmm dan sekitar pukul 23.25 WITA akhirnya kita sampai di Hotel Mutiara, Denpasar, Bali ! Langsung cek in dan mengungsi barang-barang ke Hotel dan bablas, langsung bobokk (aku), yang lain mandi dulu, hari pertama yang melelahkan, perjalanan 18 jam dilalui, bagaimana capeknya si sopir Adam udah demam nyetir 18 jam, 400km pula hmmm....

Friday, 1 January 2016

Mahasiswa dalam Pengabdian Masyarakat



Masa depan bangsa ini sangat ditentukan oleh para generasi muda. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan bangsa ini. Karena itu setiap pemuda Indonesia baik yang berstatus pelajar, mahasiswa, maupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor-faktor yang sangat diandalkan oleh Bangsa ini untuk mewujudkan cita-cita bangsa. Terutama bagi seorang mahasiswa. Mahasiswa berasal dari 2 suku kata yaitu Maha dan Siswa. Maha yang berarti “paling, tertinggi, dll” sedangkan Siswa yang berarti “pelajar”. Jadi dapat disimpulkan mahasiswa adalah pelajar yang mempunyai kedudukan tertinggi dalam tingkatan pendidikan.
Mahasiswa selayaknya Warga Negara Indonesia berlandaskan kepada Pancasila, Undang Undang dan Aturan serta Tridharma Perguruan Tinggi. Tridharma Perguruan Tinggi yang isinya adalah Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menjadi sebutan bagi orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi. Seseorang tidak akan disebut mahasiswa apabila ia tidak pernah mengamalkan Tridharma perguruan tinggi. Penelitian saat menjadi mahasiswa tidak hanya dilakukan saat skripsi saja. Dan pengabdian kepada masyarakat saat mahasiswa juga tidak hanya dilakukan saat KKN saja. Seorang mahasiswa tidak melulu hanya belajar, mengikuti ujian, mendapat IP yang tinggi, kemudian dapat mempunyai kerja yang mapan. Seorang mahasiswa harus mempunyai sikap dan perilaku yang jujur, adil, dapat berpikir kritis, aktif dalam kontribusi, luwes, kreatif, inovatif dan tentunya beradab.
Seorang mahasiswa seharusnya tidak menjadi seorang yang apatis, yang hanya peduli dengan dirinya sendiri untuk kesuksesannya saja. Tetapi harus juga berpengaruh dalam lingkungan sosial berkontribusi aktif dalam menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan bangsa ini. Selain itu, khusus bagi mahasiswa sekarang dituntut untuk bias bersaing dengan competitor dari luar negeri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015 (MEA) yang mulai diberlakukan sejak 31 Desember 2015 lalu.

Pada dasarnya peran mahasiswa ada lima yang pertama adalah Iron Stock yang artinya mahasiswa sebagai aset atau generasi penerus bangsa. Selanjutnya Agent of Change yang artinya mahasiswa sebagai agen perubahan ke arah yang lebih baik. Agent of Cultur , mahasiswa sebagai pelestari budaya. Agent of Control, mahasiswa yang membantu pemerintah dalam mengontrol masyarakat begitu juga membantu masyarakaat dalam mengontrol kebijakan yang dibuat oleh pemerintah . Dan yang terakhir adalah Guardian of Value yaitu mahasiswa sebagai penjaga nilai-nilai di masyrakat.

Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia gerakan pemuda dan mahasiswa sering menjadi tombak perjuangan nasional. Gerakan pemuda dan mahasiswa sebagai control pemerintahan dan control sosial terus berkembang pesat hingga terjadi Tragedi Trisakti pada tahun 1998 yang merupakan gerakan perjuangan pemuda dan mahasiswa. Gerakan ini menuntut reformasi perubahan pemerintahan yang KKN (korupsi kolusi Nepotisme) dan memaksa Presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya sebagai Presiden Bangsa Indonesia. Sejarah panjang gerakan pemuda pemuda dan mahasiswa merupakan salah satu bukti eksistensi dan tanggung jawab sebagai rakyat Indonesia dalam memberikan perubahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia. Nah oleh karena itu kita sebagai mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa harus melanjutkan perjuangan para pemuda dan mahasiswa untuk memberikan perubahan yang besar bagi kesejahteraan bangsa ini dengan menjauhkan diri dari sikap mementingkan diri sendiri dan mulai berfikir kritis dan peduli dengan lingkungan sekitar demi terwujudnya Indonesia yang lebih baik dan lebih maju.

Tuesday, 16 June 2015

Goes to Jakarta (versi irit)


          Assalamu’alaikum wr.wb. sudah sekian lama tidak mengupdate postingan di blog yang telah tercipta sekitar 3 tahun yang lalu ini, rasanya kangen gitu hehe, maklumlah kegiatan ketika di penghujung kelas XII banyak sekali waktu buat belajar persiapan ujian nasional dan masuk perguruan tinggi negeri, meskipun kegiatan ekstrakurikuler sudah ditinggalkan tetep aja nggak cukup buat belajar (iyalah, lawong belajarnya kalo ada greget aja! haha). Ini rencana mau nulis kegiatan tour mbolang ke kota Jakarta sendiri dengan 2 orang teman, pokoknya isinya aduhai menariknya ada suasana senang, sedih, greget, mangkel, lucu, kagum dan lainnya dah

          Sekitar setahun yang lalu ketika liburan kenaikan kelas XII, aku dan 2 temanku (panggil aja Nyai dan Etik – btw, cowok semua) punya rencana mbolang ke Jakarta buat nonton BCA Indonesia Open 2015 Superseries Premiere yang dulunya sih DJARUM Indonesia Open Superseries Premiere (secara kita bertelu kan BL – Badminton Lover’s), rencananya pas lagi liburan kelulusan gitu. Terutama Aku dan Nyai yang sangat ngebet banget buat pergi mbolang (kalau touring terlalu wow) ke Jakartanya, kalau si Etik mah biasa biasa aja, iya iya aja.

          Waktu terus berlalu, tak terasa kelas di SMA mau usai, ketika kelas XII, aku, Nyai, dan Etik jarang berkomunikasi (maklum semuanya beda SMA/K, jadi jarang berhubungan, karena ada kesibukan masing-masing) terutama si Etik yang menurut aku orangnya sok sibuk banget, entah emang beneran sibuk atau nggak, ya gue gatau, pokoknya dia kalau diajak maen mesti nggak bisa (menyebalkan sekali) haha, tapi aku tetep optimis rencana setahun yang lalu pasti berjalan. Setelah melakukan ujian nasional, aku dan nyai pun banyak berunding menata kesiapan mbolangnya. Sudah membuat rundown, nentuin penginapan, tempat duduk kereta, tanggal keberangkatan dan pulang, dan lainnya.

          Lebih dari sebulan sebelum keberangkatan, kabar duka datang dari Etik, Papanya meninggal dunia. Aku, Nyai, Cike, Ine, dkk sangat sedih mendengar kabar duka itu, aku juga bingung, gimana nih rencana ke Jakartanya, bisa-bisa gagal, soalnya aku juga nggak bisa maksa ke Etik kalau dia nggak bisa ikut karena emang dia tinggal sendiri di Surabaya bersama tante dan neneknya. Tapi aku tetep persuasif pada Etik supaya dia tetap mau ikut. Tepat sebulan sebelum keberangkatan tepatnya di tanggal 30 April 2015, Aku dan Nyai memesan tiket Kereta Kertajaya paling murah jurusan Pasar Turi (Surabaya) – Pasar Senen (Jakarta) harga tiket pulang pergi Rp180.000,00. (maklum ini mbolang bukan wisata touring, uangnya di huemat hehe). Alhamdulillah, setelah mengantre hampir satu jam di Stasiun Sepanjang, aku telah dapat tiketnya untuk 3 orang (Aku, Nyai dan Etik) untuk berangkat tanggal 30 Mei 2015 dan pulang tanggal 3 Juni 2015.

`         Sebelum keberangkatan tepatnya di tanggal 9 Mei 2015 adalah hari yang sangat mendebarkan bagi semua pejuang SNMPTN (Jalur Undangan Masuk Perguruan Tinggi Negeri) pada tanggal itulah pengumuman SNMPTN. tepat pukul 17.00 sudah keluar hasil SNMPTNnya, alhasil, alhamdulillah, aku belum beruntung, TIDAK LOLOS SNMPTN!, aku shock! aku sedih, aku galau, aku harus ikut SBMPTN yang kuotanya lebih sedikit dan harus belajar lagi agar mudah mengerjakan soal SBMPTNnya. Tes SBMPTN dilaksanakan tanggal 9 Juni 2015, Satu bulan lagi waktu yang kumiliki, dan tesnya tepat 5 hari setelah aku pulang dari Jakarta. Bingungnya minta ampun :’)

          Tapi untungnya si Nyai lolos SNMPTN dewanya masuk Fakultas Kedokteran Unair juga, gila tuh anak, bagaikan ketiban rezeki berlipat-lipat. Yah itulah rahasia illahi, itu memang rezekinya, sedangkan rezeki saya masih disimpan oleh Allah swt. ketika itu. Sedangkan si Etik memang dia tidak ikut SNMPTN karena ia memang tidak punya rencana buat kuliah, pengennya kerja dulu (maklum anak SMK, harusnya ya gini, hehe). Meskipun aku sudah mempersiapkan diri menghadapi SBMPTN jauh-jauh hari, tapi tetep aja aku ngerasa down, depresi kecil, sedih mendalam, sakitnya tuh disini (nunjuk kepala) hampir seminggu setelah pengumuman, karena aku sangat optimistis bisa masuk SNMPTN :’( (pembelajaran buat semuanya, jangan terlalu over convident, dan terlalu berharap, iya kalau harapan itu terwujud, kalau tidak? jatuhnya malah buat kita makin down dan rasanya sakitnya tuh kayak jatuh dari langit ketujuh!), minggu berikutnya aku sudah sadar bahwa emang ini rencana Allah yang terbaik, aku tidak bisa menolak, aku harus menerima dengan lapang dada, aku yakin Allah mempercayaiku aku mampu berjuang di SBMPTN!

          Harap-harap cemas rasanya, aku bingung, rencana ke Jakarta ini jadi apa tidak ya? aku nggak boleh egois, kalau aku nggak jadi pasti semuanya juga tidak jadi, soalnya kita rencana menginap dirumah adiknya ibuku di Tangerang. Bismillah, Jadi! aku memutuskan untuk belajar lebih giat diawal minggu itu, soalnya aku pasti 5 hari dibuat ke Jakarta dan itu nggak efektif buat belajar (menurutku). Fokus dan fokus dulu buat SBMPTN selama 2 minggu itu, diselingi dengan main bulutangkis di KSC (kebraon sport center) biasalah olahraga favorit haha.. tidak terasa waktu telah menghantuiku, pengen rasanya cepat-cepat ndang berangkat ke Jakarta dilain sisi pengen juga rasanya masih lama buat SBMPTNnya hehe…

          Ada kabar mencla-mencle (tak tentu, gajelas gitu) dari si Etik, dia ngomong nggak bisa ikut ke Jakarta, itupun pas H-1 minggu! bingungnya bukan kepala, “pokoknya harus bertiga, gua gak mau kalau berdua aja, kagak seru ah” yakinku, aku dan nyai mencoba mengajak teman-teman lainnya, mulai dari si Zola, dia sih mau-mau aja, tapi dianya juga masih plin-plan alesan nggak ada uang lah (nggak ada uang karena habis jalan-jalan dari mana-mana soalnya :v) aku piker enak juga kalau ngajak Zola (temanku SMA), soalnya dia kan dewanya matematika, aku bisa tuh minta ajarin, tapi apadaya dianya masih nggantung banget. Tidak patah semangat aku mencoba ngajak Ronggo (temanku SD), dia pun tidak bisa karena emang tidak ada uang kalau dadakan gini (maklum H-1 minggu) dianya juga nggak pernah nabung juga -_-, mencoba dan mencoba lagi mulai dari si X, Y, Z (teman SMAnya si Nyai) tidak bisa semua, dengan alas an macam-macam, ada yang masih fokus SBMPTN, ada yang nggak ada duit, ada yang nggak diizinin orang tuanya, hmm… makin bingung dah sudah H-4 belum ada pengganti Etik, Etik dikonfirmasi lagi, ternyata dia benar-benar tidak bisa ikut, karena memang dia barusan diterima kerja dan nggak mungkin untuk izin, apalagi 4 hari! yah eman banget, aku tetap semangat cari penggantinya.

          Mencoba untuk mengajak temen cewek (Cike dan Ine – temen SMPku and nyong), feelingku bilang nggak mungkin boleh sama orang tuanya, ternyata bener mereka semua nggak dibolehin sama emaknya, yah maklumlah cewek masa ya boleh mbolang ke kota besar yang berbahaya! the last choice, he is Ucup (temen main rumahku dulu) alhasil dengan diwejangi beberapa omelan omelan nggak berguna, akhirnya aku gak isok melu, ngecebret dowone, alasane sak ambrek, kesimpulane raiso, podo wae! -_- (mulai panik nih), tetap menenangkan diri dan berpikir positif, hmmm.. hampir sudah ngepok ni otak pusing, susah nget cari pengganti ya, yaiyalah karena mepet H-7, kalau H-sebulan mungkin banyak yang bisa.

          Akhirnya si Nyai punya ide buat ngajak si Gendon dan diapun langsung jawab “Iyo, isok-isok” (apalagi kan tiket gratis), aku juga kaget soalnya dari awal malah Etik yang pengen ngajak Gendon berempat mbolangnya, karena aku juga sungkan sama omku kalo kebanyakan anak, akhirnya Gendon nggak jadi ikut dengan alasan fokus SBMPTN, tapi aku masih bingung juga, padahal SBMPTN belum berlangsung, kok dia mau ya? eh, ternyata dia sudah ketrima di Universitas Pelita Harapan di Tangerang, yang sangat kebetulan deket dengan rumah omku di Perumnas Karawaci Jl. Pisang Raya, Gg. Dukuh II, Tangerang. Makanya dia langsung semangat, haha, Alhamdulillah akhirnya jadi bertiga, meskipun bukan sama Etik.

          Setelah menemukan pengganti si Etik, yaitu Gendon. Kita bertiga berunding kembali mengenai tujuan kemana saja yang akan dituju ketika disana nanti, dengan persiapan yang super mepet (H-2 bung), terutama dalam hal pembuatan kartu pelajar &@l$u (maklum kan ketika memesan tiket kereta atas nama si Eti, bukan si Gendon) kita berencana membuat itu, dengan foto si Gendon tapi namanya si Etik, haha (jangan dicontoh eaaa :v), aku juga harap-harap cemas apa bisa buat gituan cuman 2 hari? -_-.

          Pada Kamis, 28 Mei 2015 setelah diajaknya si Gendon, kita bertiga mbahas mbolangnya, sama pembuatan itunya di rumah kakekku di karang pilang, dengan perdebatan, perbedaan pendapat, dan rembukan sehingga mencapai mufakat (endel) selama lebih kurang 2 jam ngerocos, akhirnya disepakati membuat itunya besok (H-1), ketika sudah nyampe rumah masing-masing, si Nyai malah “He ayo maen bultang nang ksc mene mari jumatan!”, batinku edan arek iki H-1 malah ndolek pegel -_-, tapi dengan hobiku itu, selalu saja aku mengiyakan, hehehehe..

          Tertanggal Jumat, 29 Mei 2015, hari yang cukup melelahkan buatku, padahal H-1, harusnya leyeh-leyeh, tapi malah banyak kegiatan itu karena memang persiapan kita masih banyak yang belum rampung. Dihari itu juga adalah hari terakhir pendaftaran SIMAK UI, sebagai siswa gagal di SNMPTN, pastinya cari-cari alternatif buat daftar di PTN lewat beberapa jalur, rencana aku selain mengikuti SBMPTN aku juga daftar STIS, PENS, SIMAK UI, ATKP, STAN dan Vokasi Unair. Nah, pada tanggal itu adalah pendaftaran terakhir (sebelum diperpanjang tanggal 1 Juni) untuk SIMAK UI, Semalam aku sudah daftar, dan dihari itu aku membawa tas isinya laptop dan juga tas isinya alat main bultang (betapa ribetnya) dan pukul 9 pagi langsung cus ke Teller Bank buat bayar itu (tasnya dititipin ke rumah kakek lho ya, bukan dibawa ke Teller Banknya :v), perasaan cemas juga datang (pengalaman daftar STIS H-1 pendaftaran Banknya eror), Alhamdulillah lancar-lancar saja, tidak ada keerorannya, setelah itu cepat cepatlah download kartu pesertanya dan dengan sigap langsung cus lagi ke warnet (buat ngeprint kartu pesertanya), karena hari itu juga adalah hari terakhir pencetakan kartu pendaftaran, tak lama akhirnya rampung tidak ada halangan apapun. (The Power of Kevevet)

          Waktu sholat jumat hampir tiba, ketika aku di halaman rumah kakek menikmati semilir angin yang menyejukkan, tiba-tiba si MakMi, tetangga belakang rumah memanggil dan menyuruhku makan (Alhamdulillah dapat makan gratis, haha), kebetulan banget mau olahraga dikasih makanan haha, beruntungnya saya banyak orang disekitarku yang baik dan peduli, huhu… Setelah kenyang dapat makan gratis, aku kembali ke rumah kakek, eh ternyata pintunya sudah terkunci (orang didalam sudah berangkat sholat jumat), aku kebingungan, maunya didalam  buang air, eh taktaunya sudah kekunci (nasib ra bejo). Langsung aja dah, aku cus masjid buat sholat jumat dan buang air dulu tentunya haha, untung saja tidak ketinggalan khutbah jumatnya.

          Setelah usai sholat jumat, waktu menunjukkan pukul 12.35, aku langsung saja kembali kerumah kakek langsung ambil tas bultang dan menuju ke ksc, setibanya di ksc ternyata si Nyai belum datang hanya ada aku, gendon dan 2 orang yang aku belum kenal (my feeling bilang iku temene Nyai), tak lama kemudian Nyai datang dan benar 2 orang itu teman SMAnya Nyai. Selama 2 jam (jam 1-3) kita main lah layaknya sparring, hm yang edan si duo temannya Nyai nggak kalah sama sekali, ya memang aku akui permainan mereka berdua udah lumayan klop, kalo segi teknik sih biasa aja haha.. Dan hari itu permainanku juga eroriyah begitu juga Nyai, tidak dalam top performance. Dalam pertandingan terakhir, usai si Nyai sudah menggos-menggos, aku bersama Gendon lawan si duo itu, di set pertama kalah 21-15, si Gendon itu enak di defence, dan lumayan ulet, teknik sama serangan masih belum mematikan. Di set ke dua si duo itu memimpin peroleh skor terus sampai match point 20-15, dengan perlahan penerimaan serviseku dari si duo gagal dua kali skor menjadi 20-17, tak patah semangat satu demi satu point kuraih sampai 20-19, eh tetapi karena emang hari itu nggak bejo dan eroriyah menghampiriku, defence ku terlalu melebar, sehingga kita kalah (lagi) 21-15 21-19, hmm set dua nyeseknya tuh disini :’3. Gila aja dari 5 match yang aku mainkan semuanya straight set dan itu lose-_-.

          Yah aku sangat kecewa, parah nget nggak bisa menang 1 setpun haha, tapi nggapapalah namanya juga permainan (belum beruntung), Setelah lelah main bultang, aku, Nyai dan Gendon menyempatkan diri buat mengisi tenaga lagi (alias makan), kita makan di Bakso Kotak di Gunungsari (lumayan deketlah sama ksc), tapi tidak hanya bakso kotak saja, ada bakso bakar, mi ayam (hmm.. malah promosi) ya pokoknya disitu. Setelah itu, disekitar sana ada penjual oleh-oleh kaos khas Surabaya yaitu Cak-Cuk, haha judulnya aja sudah bergejolak, aku mau belikan buat omku di Tangerang nanti. Lama melihat lihat dan memilih kaosnya, maklum bingung banget, milih yang sopan dikit, karena hampir semua kaosnya isinya frontal banget, mulai dari kata-kata yang edan, berhubungan dengan prostitusi terbesar di Asia Tenggara (red: de-o-el-el-way) yang kini sudah ditutup haha. Kata-kata yang menarik perhatian si Nyai itu adalah “Mak’e kancutan seng..” haha ngakak, kata-kata kurang ajar banget tu, gila aja kalo kaos itu dipake dan dibaca sama anak TK yang baru belajar membaca. Setelah hampir sejam (padahal juga cuma beli sebiji), akhirnya menemukan yang cocok, dengan gambar yang bagus dan kata-katanya juga masih sopan.

          Usai membeli sebiji kaos, haha, waktu udah mau petang sekitar jam 5 sore rencana mau buat kartu pelajar, bergegas menuju tkp (warnet di daerah ketintang, yang katanya langganannya si Nyai), disitu paknya jenius sekali kalau masalah buat gituan (edit-edit gitu), sesampainya disana hmm… lumayan ramai, dan kita tanya “Pak, bisa edit kartu pelajar?”, paknya jawab “Iyo isok le, tapi mene dadine”. Lambene bermanuver paknya, besok berangkate -_- (tambah bingung kitanya) yaudah, satu-satunya jalan ya harus edit sendiri :3. Secara langsung si Nyai menyuruhku buat ngedit, yah aku sih bisa tapi nggak pro, takut ketahuan kalo itu abal-abal haha…

          Kita akhirnya cuma minta scan aja pak, untung saja si Gendon bawa flashdisk, setelah nyecan, “Berapa pak” tanya gendong, “dua ribu” jawab bapaknya dengan nada pelan (lumayan nggremeng), Aku tanya ke Nyai “Ha? piro Nyai?” Nyai jawab “lima ngewu”, batinku gila aja scan doang goceng, biasanya kan sekali scan serebu. Aku ngeluarin uang dua ribu, mau ditambahin Gideon tiga ribu, ternyata yang diterima paknya dua ribu, si Gendon juga bingung mau nambahin, tapi paknya nggak ngomong kurang, “Lho, piro seh? rong ewu ta?”, “iyo koyoke” jawabku. Paknya juga cuek bebek sok sibuk (emang sibuk seh) ngedit-ngedit undangan gitu… yaudahlah kita langsung pergi, sambil kebingungan memikirkan apa yang dikatakan paknya tadi itu berapa, haha..

          Rasa haus menghantui kita bertiga, kita memutuskan mampir ke Indom*rt terdekat buat beli minuman pereda dahaga. Hari sudah mulai gelap, jam menunjukkan pukul setengah 6 petang, adzan maghribpun menggema. Setelah adzan  maghrib, kami berdebat, si Nyai mau kerumah Cike mau bayar hutang hehe, lah aku nggak mau kalau ngedit sendiri dirumah, si Gendon malah kebelet pup -_-, Akhirnya kami memutuskan semua ikut kerumah cike, si Nyai bisa bayar hutang, aku bisa ngedit, dan si Gendon bisa beol juga haha.. Tapi pup Gendon hampir tak tertahankan. “haduh gak kuat iki, piye?” gelisah Gendon, “Yowes-yowes, mampir nang Pom bensin ae.” Jawab Nyai, “hala, pup o nang njero kunu ae lho (nunjuk indom*rt), izin kasire, mbak mau ke toilet. haha” clutakku.

          Dengan diempet-empet sampai mukanya Gendon yang hitam like Leila Lopes bermimikri menjadi merah, haha, akhirnya kita menuju ke rumah si Cike, jikalau melewati pom bensin mampir dulu buat buang hajat si Gendon, eh nyatanya pom bensin tidak di lewati, hanya melewati pom bensin sekali itupun kanan jalan, haha nasib-nasib. Tapi ajaibnya, dalam perjalanan si Gendon rasa pupnya perlahan hilang, hehe mungkin karena kena tekanan sadelnya lebih besar daripada gravitasi bumi haha, belum lagi tekanan sepeda terhadap jalan (dalan gronjalan). Sesampainya di rumah cike, si Nyai langsung bayar hutang, Gendon gajadi beol, aku langsung pinjam lapsop si cike buat edit tu kartu pelajar. Eh malah si Nyai ngecebret, “Eh Cik, aku mandi yo, ambuku gak enak e” (maklum habis bultang dia lom ganti baju. haha), kalau aku mah habis main bultang langsung ganti baju, hehe..

          Sambil aku ngedit, si Cike, Gendon, dan Nyai berngerumpi ria, batinku nggak ngekei saran opo kek, malah ngrumpi dewe, mbok ya diewangi. haha, mereka semua sudah pasrahkan ke aku masalah itunya. sekitar 20 menit aku sudah rampung ngeditnya, meski hasilnya cukup mengkhawatirkan ngepeki, haha.. Tapi ya gimana lagi mepet, dan harus sudah siap untuk besok. Oh iya, sebelum aku ngedit, si flashdisk Gendon lumayan menjengkelkan, berulangkali gagal (tidak terdeteksi sama laptopnya Cike), tapi untungnya bisa. Tidak hanya itu, Laptop si Cike juga mati ketika aku ngedit, hmm… sabar.


B e r s a m b u n g . . . .
[ Update: 11:26 | 21/6/2015 ]



Friday, 3 October 2014

Full Movie "HADIAH UNTUK MALA"


Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh,

Setelah sekian lama menunggu launching Project kami selama hampir 4 bulan, akhirnya Full Movie “HADIAH UNTUK MALA” dapat dibagikan di Media Streaming terpopuler, Youtube. Sebetulnya sudah pernah di-upload di Youtube Full Movie-nya tetapi tiba-tiba diblokir entah kenapa. Kamipun tidak patah semangat untuk berbagi dan akhirnya kami mencoba meng-upload kembali kemarin (3 Oktober 2014), semoga saja tidak diblokir lagi oleh Youtube, padahal film ini tidak memuat hal yang negatif, hanya saja agak horror, hehehe

Namun pada peluncuran kali ini tidak dapat diakses melalui telepon seluler dikarenakan film kami kena copyright karena berisi lagu-lagu yang berlisensi sebagai soundtrack film ini, dan hanya bisa diakses melalui PC/Laptop. Sebelumnya, Ini nih aku ceritain sinopsisnya dari project kita yang berjudul : “HADIAH UNTUK MALA” . Sebelum ke sinopsis perkenalkan nama-nama kelompokku :

        1. Aditya Hidayatullah sebagai Aditya Rizky Nugroho/ Tul (temannya Mala)
        2. Devira Dwimarcahyani sebagai Mala/ pemeran utama
        3. Lintang Maudina Santosa sebagai Kakaknya Mala
        4. Henoch Princellyndo Nusantoro sebagai Dony (temannya Mala)
        5.  Faris Rahmat Anggoro sebagai Faris Mahastra Dewa (temannya Mala)
        6.  Dessyana Ratna Widyasari sebagai temannya Mala sekaligus Kameramen 
        7.   R. Panji Rachmandono sebagai Mas Joko
        8.   Soviyanti Wulandari sebagai Ibu-ibu desa
        9.    Dlauissama sebagai Anak desa

Jadi sinopsisnya itu, si Mala ini adalah siswa SMA di Surabaya yang bersahabat dengan Dony, Adit, dan Faris. Mereka sangat akrab dan sering berkumpul bersama, jalan-jalan bersama bahkan kerja kelompok bersama. Sewaktu ketika, tiba-tiba Adit mati keracunan, kemudian Mala, Dony, dan Faris ingin menguak siapa pembunuh Adit ini, yang petunjuknya berasal dari kertas yang digenggam Adit ketika ia keracunan. Akhirnya Mala, Dony dan Faris pergi ke Malang untuk memecahkan misteri tersebut dengan bertemu Mas Joko yang merupakan salah satu sumber dibalik pembunuhan ini. Apakah Mala, Dony dan Faris berhasil bertemu Mas Joko? dan Apakah mereka berhasil menguak siapakah yang meracuni Adit? Yang pastinya film ini menarik dan seru untuk ditonton, karena banyak adegan terselubung yang bikin ngakakENJOY !! ;)










Friday, 6 June 2014

Pengenalan Project "HADIAH UNTUK MALA"



                  Udah lebih dari setengah tahun aku enggak ngepost di blog, karena kesibukan di sekolah (maklum masih pelajar), selain itu sekarangkan aku masuk di semester 4 di SMA, kelas XI IPA 6 alias Classix J, makanya aku fokus buat lebih giat belajar biar dapet jalur undangan yang aku impi-impikan (aminnn…). Sekarang aku udah ngejalanin ujian kenaikan kelas nih, dan nganggur, bingung mau ngapain. Akhirnya buka blog yang udah aku telantarin lebih dari setengah tahun! kasihan….

                Udah dibuka nih blog, aku malah bingung mau posting apa ya? ehmm… mumpung terakhir aku ngerjain tugas yang agak berkualitas, yakni tugas bahasa Indonesia membuat film indie/ film pendek, ya udah aku posting ini (sembari promosi, wkwkwk). Udah lama sih tugas ini (sebulan yang lalu lah), tapi ngumpulinnya barusan minggu lalu.

                Awalnya aku dan anggota kelompokku inginnya membuat film yang bertema petualangan atau horror gituh.. tapi.. lama-lama enggak jadi. Hehehe… sebenarnya aku rasanya kurang kerja keras di pembuatan film ini, soalnya di awal pembuatan film ini aku sakit cacar air yang tidak diharuskan untuk keluar rumah. Maka dari itu, aku sempat ketinggalan berita tentang pembuatan film ini, hingga judulnyapun aku enggak tau, seminggu setelah tugas ini diberikan, dan pada saat itu aku juga masih sakit, kelompok-kelompokku yang notabennya terdiri dari anak-anak yang rajin, langsung mengerjakan project ini.

                Di pengerjaan tugas ini, anggota kelompokku selain aku mau shooting ke Malang, udah pesan tiket kereta. Aku aslinya pengen ikut, tapi mereka udah pesan tiket duluan dan mereka khawatir aku makin parah soalnya aku masih gak enak badan. ya udah deh aku ke Malangnya enggak ikut. Rasanya kalau yang lain ngerjain tugas kelompok terus aku sendiri yang gak ikut itu rasanya enggak enak banget, yang lain kerja, aku malah leyeh-leyeh di rumah L. Tapi ya gimana, yang namanya cobaan gak ada yang bisa ngehalangin.

                Selesai shooting ke Malang, mereka (anggota kelompokku) pada bercerita tentang kejadian-kejadian unik di kelas, aku yang enggak ikut cuman plonga-plongo enggak tau apa yang dirasakan dan diketahui, Sedih rasanya… Dan sebetulnya juga aku tidak ikut berperan dalam film tersebut, namun aku ingin rasanya bisa ada dalam film tersebut karena aku kepingin ada usaha untuk bisa membuat film itu, aku orangnya tidak mau jadi orang yang berpangku tangan atau kalau bahasaku dulu di SD, menjagakan… wkwkwk…
                Dan guru pembimbing juga menyarankan agar semua anggota ikut berperan dalam pembuatan film dan masuk didalamnya. Akhirnya kita merubah skrip scene 1/ di Surabayanya, dan scen 2 / di Malangnya tetap, karena sudah terlanjur membuat.Dan Alhamdulillah.. semua anggota sudah masuk dalam film tersebut termasuk aku juga… hehehe…

                Ini nih aku ceritain sinopsisnya dari project kita yang berjudul : “HADIAH UNTUK MALA” . Sebelum ke sinopsis perkenalkan nama-nama kelompokku :

1.        1. Aku/ Aditya Hidayatullah sebagai Aditya Rizky Nugroho/ Tul (temannya Mala)
        2. Devira Dwimarcahyani sebagai Mala/ pemeran utama
        3. Lintang Maudina Santosa sebagai Kakaknya Mala
4     4. Henoch Princellyndo Nusantoro sebagai Dony (temannya Mala)
        5.  Faris Rahmat Anggoro sebagai Faris Mahastra Dewa (temannya Mala)
        6.  Dessyana Ratna Widyasari sebagai temannya Mala sekaligus Kameramen  
        7.   R. Panji Rachmandono sebagai Mas Joko
8     8.   Soviyanti Wulandari sebagai Ibu-ibu desa
9     9.    Dlauissama sebagai Anak desa

Jadi sinopsisnya itu, si Mala ini adalah siswa SMA di Surabaya yang bersahabat dengan Dony, Adit, dan Faris, dan . Sewaktu ketika, tiba-tiba Adit mati keracunan, kemudian Mala, Dony, dan Faris ingin menguak siapa pembunuh Adit ini, yang petunjuknya berasal dari kertas yang digenggam adit ketika ia keracunan. Akhirnya Mala, Dony dan Faris pergi ke Malang untuk memecahkan misteri tersebut dengan bertemu Mas Joko yang merupakan salah satu sumber dibalik pembunuhan ini. Apakah Mala, Dony dan Faris berhasil bertemu Mas Joko? dan Apakah mereka berhasil menguak siapakah yang meracuni adit? Yang pastinya film ini menarik dan seru untuk ditonton, karena banyak adegan terselubung yang bikin ngakak



SAKSIKAN TRAILERNYA “HADIAH UNTUK MALA” !!!

Hadiah Untuk Mala - Official Trailer | SMAN 15 SURABAYA


Sunday, 27 May 2012

Berteriak



Suatu ketika di sebuah sekolah, diadakan pementasan drama. Pentas drama yang meriah, dengan pemain yang semuanya siswa-siswi disana. Setiap anak mendapat peran, dan memakai kostum sesuai dengan tokoh yang diperankannya. Semuanya tampak serius, sebab Pak Guru akan memberikan hadiah kepada anak yang tampil terbaik dalam pentas. Sementara di depan panggung, semua orangtua murid ikut hadir dan menyemarakkan acara itu.


Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir





Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.

Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping. Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. 'Hingga tetes terakhir', pikirnya.


Wednesday, 2 May 2012

Ayah, Kasih Aku Perhatianmu


Papa Baca Keras-keras Ya, Supaya Jessica Bisa Dengar.....

Pada suatu malam Budi, seorang eksekutif sukses, seperti biasanya sibuk memperhatikan berkas-berkas pekerjaan kantor yang dibawanya pulang ke rumah, karena keesokan harinya ada rapat umum yang sangat penting dengan para pemegang saham.