Cool Blue Outer Glow Pointer
English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

KEBESARAN ALLAH

Subhanallah, Pemandangan Luar Biasa !

BEAUTIFUL INDONESIA'S

Inilah Keindahan Kota Jakarta, Indonesia ! "

CHRISTIAN BAUTISTA

Dan yang ini Idola Berat Saya, He is "CHRISTIAN BAUTISTA" .

I Love Indonesia

Indonesia Archipelago, So Beautiful Forever

NATURE

Lukisan Alam Yang Asri, maka "SAVE EARTH, PLEASE !"

Saturday, 4 February 2017

Hesbol Story : Wisata Bali part 1


Setiap kali di akhir semester, pastinya seorang mahasiswa mempunyai waktu liburan yang panjang, dan di liburan semester ganjil kali ini, aku libur selama satu bulan lebih beberapa hari. Di liburan kali ini, aku dan ketiga temanku mempunyai rencana liburan ke Pulau yang terkenal dengan Pantai dan wisatawan asingnya, pasti tau dong, iya Bali!
Rencana ini sudah kami rencanakan setelah liburan semester genap yang lalu, yang semester genap yang lalu kami berlibur ke Purwokerto, Jawa Tengah. Untuk liburan kali ini kita akan pergi ke luar pulau, Bali, hehe.. Selama kuliah di semester 3 ini, waktu terasa begitu sangat cepat, karena memang kuliah hanya 4 bulan dengan diisi kesibukan yang sangat padat, tugas, kuis, presentasi, belum lagi tugas rancang beuhh, membuat 4 bulan begitu sangat singkat. Sejak bulan November selama sebulan lebih, aku sudah menabung untuk uang saku pergi ke Bali, karena memang saya belum mempunyai pekerjaan dan hanya mengandalkan uang saku dari orangtua, sehingga saya harus menabung menyisikan uang saku, sampai pertengahan desember uang sudah terkumpul hingga 800 ribu rupiah.
Namun karena di akhir Desember masa perkuliahan sudah usai, aku tidak diberi uang saku lagi dan akhirnya uang sakuku berkurang sampai 650 ribu saja, hiks.. kurang komitmen dan harusnya semuanya aku tabung di bank, karena kalau sudah di dompet beuhh keluarnya cepet wkwkwk..  di awal bulan liburan Januari, belum ada persiapan sama sekali, karena perkuliahan temanku belum pada liburan karena universitas sebelah masih ada UP, SP, dll dan akhirnya ada yang kena UP dan dilaksanain tanggal 25 Januari 2017, sedangakan aku sudah masuk kuliah tanggal 6 Februari 2017, akhirnya kita tentukan kita berangkat tanggal 25 – 29 Januari 2017.
Dengan pengiritan uang biar ngga berkurang, sudah mentok 650 ribu yang ku punya, aku sangat was was dan takut tidak cukup, namun teman yang lain juga bilang bawa 700 ribu saja, Kita berencana berangkat menggunakan mobil, bayangkan dengan jarak lebih dari 400km menggunakan mobil, dan yang bisa nyetir mobil cuma satu orang (red: Nyik Adam) dan satunya (bukan aku) bisa Cuma masih menakutkan bawa mobilnya wkwkwk (red: begundhal Evita), jarak 400km bukanlah jarak yang kecil untuk pengemudi yang tidak biasa berpergian jauh, dengan pemikiran yang matang, aku protes karena kita gak bisa berangkat hanya 4 orang saja karena Bali itu jauh dan kita yang bisa nyetir cuma satu orang saja, kan saya takut terjadi apa apa kepada teman yang nyetir (kalau sakit/ngantuk) nggak ada yang gantiin.
Usulanku mengajak 2 orang lain yang bisa nyetirpun ditolak mentah-mentah dengan alasan pasti nggak seru dan kita berempat aja sudah ramai sekali, pasti bikin tidak nyaman yang lain, emang itu benar sih, tapi menurutku kita ngga boleh egois soalnya kita akan liburan jauh dan ngga mau ada kejadian yang enggak-enggak. Perdebatan di awal bulan masih membingungkan, namun karena cuma saya yang tidak setuju, dan temen saya yang bisa nyetir menyanggupi 400km dan aku sudah beri tahu konsekuensinya dan dia menerima dan begitu juga pada yang lainnya. Yaudah akhirnya kita fix hanya berempat saja. selanjutnya kita menentukan rundown liburannya dan penginapan di Bali.
Kegabutan dan pengempetan liburan diawal bulan aku rasakan demi liburan ke Bali nanti, dan tertanggal 15 Januari mulai rapat pertama pembahasan liburan ke Bali di rumah Sablah Cindy, yang di bahas rundown dan tempat penginapan, banyak sekali list yang ingin dikunjungi padahal kita hanya punya 3 hari saja di Bali :3 List wisata sudah di buat dan penentuan tempat penginapan, yang awalnya ingin di daerah Kuta tapi “katanya” disana mahal-mahal, namun dekat dengan banyak wisata. Kita mencari penginapan lewat Traveloka.com disana kita mendapati satu penginapan yang “berdiskon” dengan kamar Keluarga yang berisi 4 orang dan harganya 125.000/malam, dan kami ingin menyewa 4 malam jadi penginapan 500 ribu rupiah. Namun lokasinya di Denpasar Selatan, yakni Hotel Mutiara. Jangan berpikiran yang enggak-enggak, meski kita 2 cwo 2 cwe kita seruangan tapi beda kasur kok dan nggak ngapa-ngapain juga hehe, tapi takut juga sih kalau ada penggrebekan kan ngga lucu, dikira kita pasangan ilegal wkwkwk, namun itu permintaan teman-teman yang cewe soalnya dulu pernah sendiri-sendiri dia ketakutan wkwkwk
Sudah memilih Hotel Mutiara sebagai pilihan kami, namun kami masih pengen di daerah Kuta maybe ada yang lebih murah juga, berbagai usaha meminta bantuan orang sana juga bilang kehidupan di Kuta mahal dan pastinya tidak ada penginapan (hotel/ kos) yang murah disana. Dan rapat kedua kami laksanakan pada 22 Januari 2017, 3 hari sebelum keberangkatan hehe, dan akhirnya kami memutuskan untuk booking Hotel mutiara di Denpasar dengan tarif 500 ribu per 4 malam untuk 4 orang cukup murah sih, hehe.. Segala persiapan mulai pembuatan rundown sampai pencatatan apa yang harus dibawa, dan tentunya cek up mobil dulu biar selamat dan aman sampai tujuan dan balik ke Surabayanya.
Sebelum hari H, hal yang tidak terduga, aku tiba tiba demam dan badan capek-capek, kalau capek maklum, karena di hari Minggu aku maraton olahraga, habis renang, badminton, terus rapat, beuh dari pagi sampai malam, begitu capek dan kehujanan pula, maybe itu yang buat aku jadi demam, karena habis badan panas karena olahraga tiba-tiba perjalanan ke rumah Cindy untuk rapat, hujan deras jadi besoknya langsung tepar, demam dan pegal-pegal. Tidak hanya itu di hari Senin, 23 Desember 2017 teman yang lainnya (Adam, Evita dan Cindy) juga kena diare di pagi hari karena kami Minggu Malamnya makan mie ayam bareng-bareng dan terindikasi dari sambalnya, sayapun juga diare dimalam harinya wkwkwkwk mencret-mencret kabeh.
Untungnya keesokan harinya semuanya sudah tidak diare lagi, namun badanku masih demam dan demamnya naik turun serta pusing dan pilek melanda diriku, padahal besok pagi-pagi buta harus sudah berangkat, entah apa yang ada dalam pikiranku galau antara ingin tidak ikut dan istirahat dirumah atau tetap ikut aja, karena sudah beberapa bulan aku menyiapkan liburan ini namun hanya karena sehari saja bisa membuat kesehatanku collapse, tubuh ini tak berdaya lemas dan hanya bisa berdoa semoga besok sudah sembuh :’(
Semuanya sudah prepare baju dan lainnya, sedangkan aku masih KO diatas kasur karena segala aktivitas nggak enak dijalanin L sampai Selasa sore untungnya demamku turun tapi masih pusing, dan karena aku bagian membuat kering tempe aku minta tolong ibu membuatkannya malam itu juga, dengan hujan rintik-rintik aku mengantarkannya membeli minyak goreng dengan badan yang sedikit panas, setelah itu, aku paksakan untuk packing pakaian dan lainnya. Semuanya sudah koar koar di LINE aku hanya bisa terdiam dan bingung bagaimana aku bisa kerumah Cindy? karena memang motor pasti dipakai dan tidak ada yang mengantarkanku, kalau berangkat sendiri pasti aku nggak kuat, karena bener-bener masih pusing dan sedikit demam, dan sedikit nego dan memelas, akhirnya teman-temanku mau untuk menjemputku dan langsung cus Bali. Yeay!
Sekitar pukul 9 malam, demamku makin tinggi, bener bener ababil ini badan, dan aku sudah bingung mau ikut apa tidak, aku juga ngga mau buat masalah kalau aku sakit disana, aku sudah bilang ngga kuat mau ikut, namun mereka masih ingin aku ikut dan mereka bersedia menjemputku dan mengatakan waras waras totok Bali engko waras, dan saya pun langsung semangat dan berkeyakinan aku pasti sembuh! Dan aku langsung beristirahat dan berdoa agar besok bener-bener sembuh, dan semuanya juga sehat. Sebelum aku tidur tiba-tiba orang tuaku mengasihi aku uang saku hehehe lumayan 800 ribu! tapi harus dikembaliin, dan nitip oleh-oleh juga hehe.. Jadi aku bawa 950 ribu di dompet dan 500 ribu di ATM.
Dari rencana berangkat pukul 2 pagi, dengan segala kemoloran yang ada, aku juga kesiangan bangunnya, aku bangun jam 3 pagi wwkwkwk, aku mengira semuanya sudah berangkat dan aku ditinggal, eh aku buka handphone ternyata, belum ada koar-koar di LINE dan akhirnya jam 03.27 mereka bilang OTW, waduhh aku baru bangun, bergegas menuju kamar mandi dengan badan sempoyongan dengan suhu badan 38,5 derajat dan masih terasa capek-capek, akhirnya mandi dan bersiap, brrrr dingin sekali air pagi hari wkwkwk, dan tepat pukul 4 mereka nyampai rumahku, dan nyinyir ganas memulai, adiiittt, adiittt, AYO HEEEE NDANG BUDALL, aku sek salin padahal wkwkwkwk, sek sekkk hee....
Akhirnya aku memasukkan semua barang bawaanku ke mobil dan ternyata si sopir, Adam badannya juga meriang, hmmm aku makin takut karena hanya dia yang bisa nyetir, padahal ini perjalanan jauh dan perjalanan belum dimulai L Benar-benar liburan yang nekat banget :3 Sebelum perjalanan dimulai, ada ada aja, sandal si Evita Kumala terkena Tai Lentung (Tai Ayam) wkwkwk, untung dia sadar sebelum masuk mobil, dan sandalnya dicuci serta ganti sandal haha yakali dipakai, aroma tai nggak lucu wkwkwk Dan perjalanan pun dimulai sekitar pukul 04.15 WIB
Diawal perjalanan aku hanya bisa lemas, dengan badan nggreges dan batuk batuk, hanya terdiam tapi berusaha tidak tidur karena yang nyetir teman sendiri, yakali teman nyetir kita enak-enak tidur. Berhenti sejanak di POM Bensin Geluran, Taman, Sidoarjo, untuk membeli bensin dan shalat subuh, masing-masing anak patungan 50ribu, total bensin 200ribu pertamax. Awalnya si evita ingin yang nyetir namun ketika masuk POM Bensin karena banyak truk dia kebingungan untuk putar balik wkwkwk sudah bisa tapi belum yakin dan si Adam juga malah takut kalau si Evita yang nyetir.
Setelah isi Bensin dan sholat shubuh, kita melanjutkan perjalanan (masih juga 5km dari rumahku kwkwkwk) akhirnya dengan pedoman GoogleMaps melewati tol Waru – Gempol, dan melewati Bangil, di daerah tersebut ternyata ada Banjir yang membuat jalan lubang-lubang dan ada jembatan runtuh, sehingga muacet total di pagi buta padahal, sekitar pukul 6 pagi, dan dengan pertimbangan hati yang tidak sabar, karena bener-bener muacet panjang, akhirnya memutar melewati daerah dalam Jl. Rembang sampai Jl. Raya Sidogiri sebelum melanjutkan ke Jl. Pantura JL. Raya Kraton, lewat dalam pun benar, benar macet dan sudah banyak memakan waktu, melawati Pantura Pasuruan, terus Probolinggo, dan kami istirahat sejenak di Probolinggo untuk makan, dan atas rekomendasi sopir, pengen soto, dan dipilihlah soto, ada soto ayam dan soto daging + babat di pinggir jalan Probolinggo, hmmm rasa sotonya sangat aneh dan dibilang yang jual mirip suzana, heheh jangan heran mulut kami ketika nyinyir begundhal banget. Soto ayam (aslinya soto hati ampela LOL) dengan rasa yang aneh dan segelas teh hangat dibanderol dengan harga 10 ribu saja, kalau yang daging (aslinya babat ini mah) dibanderol 13 ribu. Cukup murah tapi, rasa? ya gitu wkwkwkwk #notrecommended
Dengan kekuatan koyo, aku menggunakannya, pusing ini sedikit menghilang, dan kami melanjutkan perjalanan melewati gunung, hutan, lembah wkwkwk walay, padahal ya Cuma jalan yang banyak geronjalan seperti mukamu yang banyak jerawat, ehhh, mblangsak, pokoknya kita melewati jalan yang teramat sangat membosankan dan dengan kecepatan yang terbilang pelan karena supirnya juga nggak enak badan. Di Penghujung kabupaten Probolinggo, terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang sangat terkenal di Paiton, begitu megah dan cukup membuat kita bangga ada bangunan megah seperti itu, apalagi kalau kita melewati pada malam hari sangat indah, lampu gemerlap terpampang nyata hehe, Probolinggo telah dilewati, memasuki Situbondo, kabupaten di Jawa Timur yang terbilang monoton dan belum ada yang menarik disini, padahal daerah ini sangat strategis dan paling lama dilewati ketika perjalanan Surabaya-Denpasar, namun tidak ada yang berkesan, hmmm eman. Ketika di depan pertigaan kita istirahat sejenak sholat dzuhur, dan membeli pentol disana, karena pentol tersebut cukup ramai wkwkw, kami rehat di Masjid Besar “Nurul Islam”, Kapongan, Situbondo. Setelah sholat istirahat, kami membeli pentol 5 ribu saja, namun buanyak banget isinya, wkwkwk bner-bener murah meriah disini, yah rasa pentolnya juga wkwkwk B aja, pentol glepung kok hehe, terus lanjut perjalanan, hmmm namanya mata jelalatan dengan nafsu makan yang tinggi, liat banyak yang jual es degan, kita ngiler, pengen, dan mrepet beli es degan, 10 ribu per kelapa, dipecah jadi dua kantong plastik, uhhh satu dengan es satu tanpa es, otomatis aku pilih yang non es wkwkwk, uhhh bukan lagi enak, yang jual juga lucu mbak-mbak berkerudung dengan bedak 3 ton wkwkwkwk, hehe, Aku bilang tidak berkesan melewati Situbondo karena hanya jalanan yang banyak gronjalannya dan kanan kiri hanya pemandangan rumah, sawah dan kasihannya disini banyak ditemui orang yang stress, banyak berjalanan di pinggir jalan Situbondo. Bisa dihitung sendiri kalo melewati daerah sini, wkwkwk biar ngga suntuk LOL.
Di ujung kabupaten Situbondo mulai memasuki kawasan hutan, dan terkadang kita temui kera-kera liar dipinggir jalan hehe, jadi kalau pakai sepeda motor, dimohon waspada selama melewati hutan situbondo-banyuwangi ini hehe, Lama sekali terasa perjalanannya karena memang jalan yang membosankan dan memang jauh hehe, akhirnya sampai di Banyuwangi, di Banyuwangi sendiri awalnya juga membosankan melewati hutan dan Taman Nasional Baluran, serta melewati beberapa rumah di Banyuwangi, sebelum sampai di Pelabuhan Ketapang, kita nyasar bentar di Pelabuhan Tanjung Wangi wkwkwk, jaraknya tidak jauh dari pelabuhan Ketapang hehe. Udah mau masuk tu pelabuhan eh balik lagi wkwkwkwk dasar Hesbol gila.
Sesampainya di Pelabuhan Ketapang, rasanya cukup senang padahal 2/5 perjalanan lagi belum wkwkwk. Kami mulai masuk ke Pelabuhan, langsung menuju loket dan jreng jreng cukup mahal ya wkwkwk nyebrang ke Pulau Madura aja 30 ribu, sedangkan ke Pulau Bali setiap mobil membayar 135 ribu rupiah weh weh. Tidak seperti ketika liburan, Pelabuhan ini cukup sepi sunyi, dan karena Pelabuhan yang luas, kami kebingungan harus ke arah mana wkwkwk, dan untungnya kita diarahkan petugas untuk langsung menyebrang, antre dibelakang beberapa mobil, dan hanya 10 menit langsung masuk kapal, hehehe cepat sekali kok. Setelah masuk kapal, nggak afdol kalo nggak keluar mobil dan ke atas kapal, uhhh melihat pemandangan biru dan kapal-kapal bertuliskan I LOVE INDONESIA sedang berlayar, angin sepoy sepoy manjah melintasi jidat ini, hmmm...
Berhubung badanku yang masih sedikit panas, jadi anginnya rasanya ngga enak hehe, tapi kalau sehat pasti yahud anginnya bikin pengen bobok, dan ketiga temanku langsung masuk dalam ruang penumpang, terpampang nyata kasur kursi panjang empuk memenuhi isi ruangan dan kebetulan orang yang ada juga sedikit, tanpa panjang lebar si Adam, Cindy, Evita bablas ngorok setiap kursi diisi seorang diri dan zZZZ bobok ciang menjelang sore, karena di kapal sekitar pukul 14.45, perjalanan di kapal begitu sangat singkat aku yang bagian menjaga barang bawaan 3 begundal yang tidur, aku melihat pemandangan luar sembari mendengarkan lantunan lagu-lagu Banyuwangi yang aku juga nggatau artinya wkwkwk, riko riko haha, perjalanan sekitar 45 menit begitu cepat dan kapalpun bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Yeay! sampai di Bali Island. Langsung 3 begundhal aku bangunin, langsung bergegas ke mobil dan sampailah di Bali, namun ingat tujuan kita ke Hotel Mutiara di Denpasar bukan di Gilimanuk wkwkwk, jadi perjalanan masih panjaaaang 127km lagi haha.
Sesampainya keluar Pelabuhan, ini yang perlu diketahui, pemeriksaan ketat orang yang masuk di Bali ternyata masih berlaku, kita berempat pertama terdapat pemeriksaan SIM dan STNK, beruntung SIM A ada, STNK pun ada, tapi ternyata eng ing eng, bukti pembayaran pajak tahun 2017 nggak ada, dan malah tertulis 2014 wkwkwk, gawat, langsung polisi mengintrogasi kita, kok bisa pajak belum dibayar, si Evita yang punya mobilpun kebingungan soalnya dia tidak pernah memperhatikan itu dan memang pemeriksaan mobil di Surabaya bisa dikatakan tidak pernah ada, yang sering motor dan truk hehe, mungkin dikira mobil pinjaman atau apa gitu ya akhirnya si evita dengan nada berani dan menantang (wajahe koyok dakocan) wkwkwk polisinya setengah ketakutan dan untungnya kita tidak diapa-apain, selanjutnya 20 meter kemudian, ada lagi pemeriksaan hmmm, yakni pemeriksaan E-KTP, kita ditanya tujuan ke mana, mau ngapain, bener-bener kepo banget ya penjaganya wkwkwk, kali ini yang jaga TNI dengan muka garang, memintai E-KTP, kita saling mengeluarkan E-KTP dan ternyata si Cindy nggak punya E-KTP (sablah emang), adanya KTP biasa wkwkwk, ditanyain kenapa belum ada E-KTP, wkwkwk duhh masalah lagi ngga ada E-KTP, akhirnya disuruh minggir, Cindy di interogasi petugas wkwkwkwk, setelah diinterogasi akhirnya dibebaskan kembali, bener-bener ketat penjagaan di Bali ini haha, sampai-sampai E-KTP harus ada dan jelas mau kemananya.
Setelah memasuki pemeriksaan yang berlapis wkwkwk, akhirnya tidak ada lagi pemeriksaan, dan kami melanjutkan perjalanan ke Denpasar, waktu sudah sangat sore hampir petang dan perjalanan masih jauh, dan hal yang aku takuti terjadi, si Adam demamnya memuncak dan sangat panas, akupun sedih dan kebingungan, dan di POM bensin daerah Negara kita istirahat, dan adam dikeroki sama Cewe-Cewe wkwkwk, antara kudu ngguyu sama kasian plus takut juga, aku nggabisa bayangin badanku lagi demam dan harus nyetir sampai ke Denpasar dan jaraknya 100km lagi hmmm.. Dengan kekuatan obat panadol, yang biasa diminumnya membuat demamnya sedikit turun, dan obat ini sudah resisten di tubuh Adam, kalu efeknya hilang demamnya naik lagi hmmm tapi ngga papa pokoknya sampai hotel dulu hehe
Dengan meminta petunjuk dan pencerahan aku menghubungi teman kuliahku, Gandhi dia anak asli Bali, rumahnya daerah Badung, dia menyuruh kita cepat-cepat masuk di daerah Badung kalau bisa Denpasar, karena takut terjadi apa-apa kalau ada yang sakit, soalnya daerah Gilimanuk – Badung jarang ada rumah sakit/ klinik hehe, dan penerangan di jalan itu sungguh minim. Dengan perjalanan pelan-pelan karena yang nyetir lagi demam, dan aku hanya berdoa semoga dia kuat, aku nggamau tiba-tiba dia kejang karena demam tinggi :3 Sesampainya di Badung, si Gandhi dan teman sejurusanku Hilmi yang memang lagi liburan di Bali ingin ketemu, akhirnya kita mau ketemu di daerah terminal mengwi, tapi di terminal itu sangat sangat sepi dan gelap, kitapun pindah ke Amazy Fried Chiken daerah sana, dan aku menunggu di sebelahnya Amazy (red: Alpamart) wkwkwk, udah terlanjur membeli makanan diluar di perjalanan sebelumnya (yang dibeli juga ayam goreng tapi sayap seharga 13 ribu) jadi kita makan di mobil hehehe, dengan suasana yang kurang enak, capek, ngantuk dan si sopir demam hehe, 20 menit kemudian si Gandhi dan Helmi datang disebelah jreng jreng pakai Mobil Fortuner, hmmm seketika itupun si Cindy yang tadinya cekakakan jadi pendiam as putri solo wkwkwk jaim lah karena ketemu cowok pakai Fortuner hehe, kita membeli minum di Amazy dan mengobrol dikit-dikit, penjelasan Gandhi yang cas cis cus layaknya duta wisata bali wkwk sesudah itu, Evita mulai berani cas cis cus juga, Adam masih jaim tapi masih ikut ngobrol nah si Cindy dengan jaim, diam saja dan tidak seperti biasanya hehe.. aku meminta bantuan Gandhi agar sehari saja ditemenin wisata, dia bilang bisa tapi hari Jumat/ Sabtu saja, dan aku berharap dia benar-benar bisa agar si Adam paling tidak bisa beristirahat sehari tidak nyetir hehe..

Setelah itu kita melanjutkan perjalanan ke Hotel Mutiara, yang jaraknya masih 70km an hmmm, dengan melihat ekspresi teman-teman yang kayaknya tidak senang tadi ketemuan dulu soalnya memakan waktu sejam lebih hehe, tapi ya gimana aku berharap ketemu biar bisa ditemenin nantinya. Dengan melewati tikungan-tikungan dan jalan sempit, bener bener jalan cuma tiga meter tapi dibuat 2 jalur, hmmm dan sekitar pukul 23.25 WITA akhirnya kita sampai di Hotel Mutiara, Denpasar, Bali ! Langsung cek in dan mengungsi barang-barang ke Hotel dan bablas, langsung bobokk (aku), yang lain mandi dulu, hari pertama yang melelahkan, perjalanan 18 jam dilalui, bagaimana capeknya si sopir Adam udah demam nyetir 18 jam, 400km pula hmmm....

Wednesday, 17 August 2016

Semangat dan Komitmen Sumpah Pemuda bagi Bangsa Indonesia

1.      Nilai Kesejarahan Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 menunjukkan rasa kebangsaan yang mulai tertanam dalam jiwa para pemuda. Para pemuda Indonesia mulai meninggalkan sifat kedaerahannya untuk mewujudkan kemerdekaan bangsa yang dicita-citakan. Isi Sumpah Pemuda dibawah ini.

Kongres Pemuda II dilaksanakan tiga sesi di tiga tempat berbeda oleh or  ganisasi Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) yang beranggotakan pelajar dari seluruh wilayah Indonesia. Kongres tersebut dihadiri oleh berbagai wakil organisasi kepemudaan yaitu Jong Java, Jong Batak, Jong, Celebes, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, Jong Ambon, dsb serta pengamat dari pemuda Tionghoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang dan Tjoi Djien Kwie.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) Waterlooplein dulu lapangan banteng sekarang lapangan banteng ini tidak ada. Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Adapun panitia Kongres Pemuda terdiri dari :
Ketua                  : Sugondo Djojopuspito
Wakil Ketua       : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris           : Moehammad Yamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara         : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I        : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II      : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III     : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV     : Johanes Leimena (Jong Ambon)
Pembantu V      : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin. Isi dari Sumpah Pemuda Hasil Kongres Pemuda Kedua adalah sebagai berikut :

PERTAMA :
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Bertoempah Darah Jang Satoe, Tanah Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia).
KEDOEA :
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mengakoe Berbangsa Jang Satoe,Bangsa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa Yang Satu, Bangsa Indonesia).
KETIGA :
Kami Poetera dan Poeteri Indonesia, Mendjoendjoeng Bahasa Persatoean, Bahasa Indonesia. (Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia).

Dalam peristiwa sumpah pemuda yang bersejarah tersebut diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia untuk yang pertama kali yang diciptakan oleh W.R. Soepratman. Lagu Indonesia Raya dipublikasikan pertama kali pada tahun 1928 pada media cetak surat kabar Sin Po dengan mencantumkan teks yang menegaskan bahwa lagu itu adalah lagu kebangsaan. Lagu itu sempat dilarang oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda, namun para pemuda tetap terus menyanyikannya.


2.     Semangat dan Komitmen Sumpah Pemuda
Belajar dari Sumpah Pemuda, ada catatan sejarah yang sangat berharga di dalamnya. Butir-butir dalam Sumpah Pemuda itu tidak hanya semata-mata disusun untuk menggerakan para pemuda untuk meraih kemerdekaan, namun juga mempertegas jati diri bangsa Indonesia sebagai sebuah negara.
Sumpah Pemuda telah menjadi jiwa dan semangat yang terus terpatri dalam hati sanubari para pemuda. Suatu semangat yang dibangun atas dasar kesamaan nasib dan cita-cita. Yang kemudian dibungkus dengan komitmen untuk senasib sepenanggungan sebagai satu bangsa, satu tanah air yang pertama-tama ditandai dengan disepakatinya bahasa universal antar bangsa, bahasa Indonesia.
Semangat Sumpah Pemuda mencapai puncaknya pada 17 Agustus 1945 ketika Soekarno-Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sejak itu, Indonesia yang terdiri atas berbagai etnis, agama, dan golongan menjadi bangsa yang merdeka dan bersatu. Kemerdekaan memberikan kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
Semangat Sumpah Pemuda harus tetap ada setelah kemerdekaan bangsa Indonesia diraih. Persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan hancur apabila bangsa Indonesia tidak lagi memiliki semangat bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Semangat Sumpah Pemuda dapat dijabarkan dalam nilai-nilai berikut ini :

a.      Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu, Tanah Indonesia.
Tanah Indonesia adalah seluruh wilayah Indonesia baik di darat dan di laut. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki luas wilayah daratan dan lautan sebesar 5.193.250 km2 . Wilayah yang luas ini menempatkan negara Indonesia sebagai negara terluas ke-7 di dunia setelah Rusia, Kanada, Amerika Serikat, Cina, Brasil dan Australia.
Menurut letak astronomi, Indonesia terletak pada 6° LU (Lintang Utara) – 11° LS (Lintang Selatan) dan antara 95° BT (Bujur Timur) – 141° BT (Bujur Timur). Indonesia disebut juga Nusantara, Nusantara berarti kepulauan yang terpisahkan oleh lautan. Jumlah kepulauan yang dimiliki Indonesia sebanyak 17.508 pulau.
Tanah Indonesia sangat indah dan kaya, bangsa lain menyebut Indonesia sebagai jamrud khatulistiwa. Sebagai warga negara kita sepatutnya bangga terhadap tanah air Indonesia. Kita hidup di negeri yang sangat indah, bangsa lain yang hidup di tanah yang kering dan gersangpun rindu akan tanah airnya. Janganlah kita rindu dan cinta tanah air karena kita berada di negara orang lain. Kita bangun kecintaan dan kebanggaan terhadap tanah air Indonesia sekarang ini dengan aksi nyata seperti menjaga dan memperhatikan lingkungan sekitar kita.

b.      Kami Putra dan Putri Indonesia, Mengaku Berbangsa yang Satu, Bangsa Indonesia.
Pengakuan kita sebagai bangsa Indonesia merupakan bentuk dari paha  m kebangsaan. Paham kebangsaan disebut juga kesadaran berbangsa. Rasa kebangsaan Indonesia tumbuh dari sejarah panjang bangsa. Berawal dari hasrat ingin bersatu penduduk yang mempunyai latar belakang yang sangat majemuk, kemudian berkembang menjadi keyakinan untuk menjadi satu bangsa yang akhirnya dideklarasikan oleh sejumlah pemuda pada saat Kongres Pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Kita sebagai generasi penerus mempunyai kewajiban untuk melestarikannya. Pelestarian rasa kebangsaan Indonesia merupakan salah satu usaha untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai bangsa kita tetap harus optimis, karena masih banyak potensi bangsa ini yang dapat dikembangkan demi tetap terpeliharanya rasa kebangsaan dan dapat dijadikan pijakan untuk usaha-usaha memelihara dan meningkatkan rasa kebangsaan Indonesia itu sendiri.

c.       Kami Putra dan Putri Indonesia, Menjunjung Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia.           
 Sumpah Pemuda menegaskan bahwa bahasa persatuan adalah Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki peran yang sangat menentukan dalam perkembangan kehidupan bangsa Indonesia. Dalam masa perjuangan kemerdekaan, bahasa Indonesia berhasil menjadi alat komunikasi untuk membangkitkan dan menggalang semangat kebangsaan dan semangat perjuangan dalam mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan. Kenyataan sejarah itu berarti bahwa bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan telah berfungsi secara efektif sebagai alat komunikasi antarsuku, antardaerah, dan bahkan antarbudaya.
Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa negara, bahasa Indonesia menjadi alat komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahasa Indonesia tidak hanya digunakan sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan kehidupan negara dan pemerintahan, tetapi juga sebagai bahasa pengantar pada jenis dan jenjang pendidikan, sebagai bahasa perhubungan nasional (terutama dalam kaitannya dengan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional), sebagai sarana pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional.
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara masih harus terus dimantapkan. Kalian semua tentunya sudah terampil berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. Hanya seringkali seorang siswa tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Penggunaan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mempertegas jati diri kita sebagai bangsa.



Sumber :ppkn-smp.blogspot.co.id
Tanggal : 7 Agustus 2016, pukul 20:12 WIB




Tuesday, 16 August 2016

Nilai Juang Perumusan Dasar Negara

Pancasila sebagai dasar negara melalui proses yang panjang dalam perumusannya. Proses perumusan Pancasila yang dilakukan para tokoh telah memberikan pelajaran berharga bagi kita. Semua itu dilakukan dengan penuh nilai perjuangan dan diliputi dalam semangat kebersamaan. Dalam proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara terdapat nilai-nilai juang dan sebagai warga negara yang baik kita harus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari yaitu antara lain : Para pejuang tersebut memiliki jiwa dan semangat kejuangan yang tinggi untuk merdeka. Pada pita yang dicengkeram burung garuda tertulis “Bhinneka Tunggal Ika”. Artinya, meskipun berbeda-beda, kita adalah satu. Perbedaan-perbedaan yang ada bukan menjadi penghalang untuk bekerja sama, tolong-menolong, dan hidup rukun. Perbedaan-perbedaan itulah yang menjadikan kita perlu saling mengenal, menghormati, menolong, dan bekerja sama. Jiwa dan semangat kejuangan yang dimiliki oleh pejuang itu, di antaranya sebagai berikut.
  • Jiwa solidaritas atau kesetiakawanan dari semua lapisan masyarakat terhadap perjuangan kemerdekaan;
  • Pro patria dan primus patrialis, yaitu selalu berjiwa untuk tanah air dan mendahulukan kepentingan tanah air;
  • Jiwa toleransi atau tenggang rasa antarumat beragama, suku, golongan, dan bangsa.
  • Jiwa tanpa pamrih dan bertanggung jawab;
  • Jiwa ksatria, kebesaran jiwa yang tidak mengandung balas dendam.
Pancasila adalah dasar negara Indonesia, hal ini sesuai dengan pembukaan UUD 1945 sekaligus sebagai sumber dari segala sumber hukum. Pancasila tidak hanya sebagai jiwa bangsa Indonesia, juga sebagai kepribadian bangsa Indonesia. Salah satu upaya nyata seorang pelajar dalam menghormati semangat dan nilai-nilai kebersamaan dalam perumusan Pancasila adalah sebagai berikut :
  • belajar dengan rajin;
  • tidak memaksakan kehendak kepada orang lain;
  • saling menghormati perbedaan;
  • tidak semena-mena terhadap orang lain.

Nilai Kebersamaan dalam Proses Perumusan Pancasila

Ada beberapa nilai kebersamaan dalam proses perumusan dasar negara yang perlu kita teladani dan kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kebersamaan tersebut antara lain adalah sebagai berikut :

1.       Menghargai pendapat orang lain
Dalam menyelesaikan masalah bersama, bangsa kita selalu menyelesaikan dengan musyawarah untuk mencapai kata mufakat. Musyawarah merupakan pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan untuk menyelesaikan masalah. Setiap keputusan yang diambil dalam musyawarah oleh bangsa Indonesia memiliki ciri-ciri sebagi berikut:
·         Mengutamakan kepentingan bersama;
·         Tujuan diharapkan untuk kebaikan bersama;
·         Tidak ada pemaksaan pendapat.

2.      Menerima keputusan bersama
Keputusan bersama adalah ketentuan, ketetapan dan penyelesaian yang dilakukan sekelompok orang terhadap suatu permasalahan sehingga tercapai kesepakatan. Keputusan bersama dapat dicapai melalui musyawarah. Musyawarah adalah adalah suatu cara untuk merumuskan suatu masalah berdasarkan kesepakatan bersama. Upaya mencapai kesepakatan bersama (mufakat) bukanlah perkara mudah, selama kita memaksakan pendapat sendiri, mendahulukan kepentingan pribadi/golongan, mufakan akan gagal.
Kita dapat belajar dari sejarah sidang BPUPKI Pertama. Pada saat sebelum rapat pleno ada pihak yang keberatan tentang rancangan Pembukaan UUD 1945 pada alinea keempat tentang dasar negara. Dengan semangat kebersamaan, demi menciptakan suasana yang damai, maka para tokoh seperti Bung Hatta, Wahid Hasyim. Mr. Teuku Moh. Hasan, dan lain-lain menyetujui untuk menghilangkan kalimat sila pertama dasar negara yang menjadi keberatan sebagian peserta sidang. Hal ini menunjukkan bahwa para tokoh pendiri negara kita senantiasa mendahulukan kepentingan negara dan bangsa daripada kepentingan pribadi/golongan.

3.      Melaksanakan hasil keputusan bersama
Setelah semua pihak menerima hasil keputusan bersama, maka langkah selanjutnya adalah melaksanakan keputusan tersebut. Semua pihak harus ikhlas dan penuh tanggung jawab melaksanakan, hasil keputusan bersama.
Melaksanakan keputusan bersama telah ditunjukkan oleh seluruh tokoh yang terlibat dalam proses perumusan Pancasila. Mereka senagai wakil rakyat Indonesia melaksanakan hasil keputusan bersama denga ikhlas yaitu dengan melaksanakan Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat.

Meneladani Nilai Juang Perumusan Dasar Negara

Nilai-nilai juang dalam proses perumusan Pancasila yang dapat kita teladani dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya sebagai berikut:

1.       Semangat persatuan dan kesatuan
Sikap ini dimiliki oleh para tokoh pejuang kita pada saat merumuskan Pancasila sebagai dasar negara Indonesia.
Dalam sidang BPUPKI para peserta sidang diberi kesempatan untuk menyampaikan pidatonya tentang rumusan dasar negara, kemudian dibahas dan didiskusiakan bersama untuk mendapatkan rumusan yang terbaik. Musyawarah itu dijiwai semangat sumpah pemuda, dengan rasa persatuan dan kesatuannya meskipun berasal dari berbagai daerah dan mempunyai latar belakang yang berbeda. Contoh perilaku yang menggambarkan semangat persatuan dan kesatuan adalah sebagai berikut:
·         Gotong-royong dalam membersihkan kelas dan lingkungan sekolah;
·         Tidak membeda-bedakan teman dalam pergaulan;
·         Kerja bakti membersihkan lingkungan masyarakat.

2.      Memperjuangkan hak asasi manusia
Pada saat perumusan dasar negara Pancasila, hak asai manusia selalu menjadi perhatian utama. Pancasila dirumuskan sebagai sumber hak asasi manusia, yang artinya bahwa hak asasi manusia mendapat jaminan kuat dari Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa. Dalam proses perumusan Pancasila para tokoh mencerminkan sikap saling menghargai hak asasi manusia.
Sikap para tokoh dalam memperjuangkan dan menghargai hak asasi manusia itu perlu kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Diantaranya ialah dengan :
·         Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain;
·         Memberi kesempatan orang lain untuk menyampaikan pendapatnya'
·         Menghargai hak-hak orang lain.

3.      Cinta tanah air
Sikap para tokoh dalam perumusan Pancasila sebagai dasar negara menunjukkan kecintaanya terhadap tanah air Indonesia. Adapun sikap cinta tanah air yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari antara lain sebagai berikut:
·         Mempelajari kebudayaan daerah;
·         Mencintai dan memakai produk dalam negeri;
·         Berprestasi dalam kegiatan yang mengharumkan nama bangsa.

4.      Mendahulukan kepentingan umum
Para pejuang yang terlibat dalam perumusan dasar negara bekerja tanpa mengenal lelah. Mereka mempersiapkan kemerdekaan beserta alat-alat perlengkapan negara dengan sungguh-sungguh. Sebagai hasil jerih payah mereka, lahirlah UUD 1945 yang di dalam pembukaannya termuat tujuan negara Indonesia. Semua itu dilakukan demi kepentingan bangsa dan negara. Adapun sikap mendahulukan kepentingan umum itu perlu kita teladani diantaranya dengan:
·         Ikut berpartisipasi dalam kerja bakti di lingkungan masyarakat;
·         Menyiapkan sarana belajar sebelum pelajaran di mulai untuk kepentingan kelas.

5.      Jiwa kepahlawanan
Jiwa kepahlawanan jelas tercermin dari sikap pejuang dalam proses perumusan Pancasila. Mereka memiliki sikap rela berkorban tanpa pamrih dalam mewujudkan Indonesia merdeka. Jiwa kepahlawanan para tokoh bangsa tersebut dapat kita teladani, diantaranya melalui :
·         Membantu orang lain yang sedang mengalami kesulitan;
·         Berani menegur teman yang berbuat tidak baik;
·         Melerai teman yang berselisih/bertengkar.




Sumber : mastugino.blogspot.co.id
Tanggal : 7 Agustus 2016, pukul 19:37 WIB


Wednesday, 13 January 2016

English Presentation about Oil Rig




              Sejak SMA pastilah kita telah diajarkan bagaimana berbicara didepan umum menggunakan bahasa inggris dengan baik dan benar, salah satunya dengan presentasi, dengan berbagai macam materi baik itu sudah ditentukan guru/dosen atau memilih sendiri. Menurut pengalaman pribadi dan melihat kebanyakan teman-teman kalau presentasi menggunakan bahasa inggris kebanyakan dengan cara menghafalkan materi. Padahal, cara itu keliru, oke kalau memang kita pandai menghafal, tak  terlalu masalah. Kalau yang tidak pandai menghafal? pastilah harus bekerja lebih keras wkwkwk.. Di masa perkuliahanpun presentasi dalam bahasa inggris sering dilaksanakan.

              Meski kita pandai menghafal, namun ketika kita presentasi tak jarang nge-blank pun terjadi, alhasil semua yang sudah dihafal menghilang tiba-tiba dan apa yang bisa kita lakukan? pasti melongo kebingungan cari materi wkwkwk, cara yang paling jitu buat presentasi dengan bahasa inggris itu harus percaya diri, yah meskipun grammar kurang baik (acak acakan) pokoknya ngomong dan dapat dipahami oleh audiens, yang kedua jauhkan nervous, harus berani malu (buat yang englishnya pas-pasan kayak saya wkwk), berikutnya hafalin (vocab dan artinya) sedikit kata-kata yang susah yang sering ada dalam materi kita, buat garis besar apa yang akan di presentasikan, dan coba presentasi di depan kaca wkwkwk atau didepan teman sendiri hehehe, ya begitu sedikit tips agar kita lancar dan sukses presentasi dengan bahasa inggris. Intinya presentasi bahasa inggris ini untuk mengetahui berapa banyak vocab yang kamu kuasai, kelancaran ngomong dalam bahasa inggris, dan cara memberi informasi dengan baik.

              Berikut ini saya akan berbagi tentang karya saya dan teman-teman saya mengenai Materi Presentasi dengan bahasa inggris, PPT sedit tulisan karena memang tujuannya untuk mengetahui kemampuan berbicara (speaking) bukan membaca (reading) hehehe...

              PPT English Presentation - Oil Rig : [Download Disini]

              Materi English Presentation - Oil Rig : [Download Disini]




Laporan Studi Kasus Optimalisasi Peran Fungsi Masjid


LAPORAN STUDI KASUS
OPTIMALISASI PERAN FUNGSI MASJID MANARUL ILMI ITS
DALAM PENINGKATAN DAKWAH ISLAM


Masjid adalah rumah tempat ibadah umat Muslim sekaligus pusat kehidupan komunitas muslim. Seiring dengan pertumbuhan masjid dan tantangan perubahan zaman yang semakin cepat, pengelolaan masjid menuntut manajemen yang baik. Apabila Peran Masjid dikelola secara benar maka akan muncul daya tarik bagi umat Islam untuk berkunjung dan membawa dampak positif bagi berkembangnya fungsi masjid dari sekedar tempat shalat menjadi tempat pengembangan dakwah, berkomunikasi, bersilaturrahmi, membina ukhuwah Islamiyah dan aktivitas lainnya yang berguna. Diperlukan adanya pembaharuan dan pengembangan dalam hal pemahaman masjid. Dimana masjid tidak boleh hanya diartikan hanya sebagai tempat sujud (shalat) saja, tetapi kita juga harus memahami bahwa masjid juga dapat dijadikan sebagai tempat untuk berdakwah dan kegiatan-kegiatan sosial.

Apabila kita mencermati kondisi Masjid Manarul Ilmi ITS Surabaya, sudah saatnya masjid sebagai media dakwah diupayakan pada peningkatan peran dan fungsi masjid sebagaimana media untuk meningkatkan dakwah Islam. Kegiatan-kegiatan dakwah yang bersifat perbuatan nyata (bil hal) melalui masjid sebenarnya tercakup pula dalam kegiatan kegiatan di dalam rangka pembinaan umat. Oleh sebab itu peran fungsi masjid bukan hanya untuk sekedar tempat shalat, tetapi juga digunakan untuk hal keislaman seperti contohnya sebagai tempat berdakwah. Di dalam proses optimalisasi peran dan fungsi masjid terdapat faktor pendukung dan penghambatnya, baik itu secara internal maupun eksternal.

Begitulah ringkasan dari Laporan yang telah saya buat, untuk lebih jelasnya dan file lengkapnya, dapat diunduh dibawah ini:
Makalah Laporan Studi Kasus : [Download Disini]
PPT Laporan Studi Kasus : [Download Disini]
Kuesioner Laporan Studi Kasus : [Masuk Disini]
Makalah + PPT + Kuesioner Laporan Studi Kasus : [Download Disini]